Maaf Bunda, BLT Rp300 Ribu Dihapus Mulai September 2021
Jum'at, 24 September 2021 - 20:26 WIB
loading...
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan bahwa bansos tunai Rp300 ribu dihentikan mulai September 2021. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pos Indonesia akan menyelesaikan penyaluran bansos tunai (BST) pada September ini. Hal itu seiring arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang menyatakan bahwa bantuan langsung tunai (BLT) Rp300 ribu tersebut dihentikan mulai September 2021.
"Sesuai arahan Ibu Mensos penyaluran bansos akan kita selesaikan sebelum Minggu ketiga September. Kita akan distribusikan dengan langsung terjun ke masyarakat," kata Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi seperti dikutip dari pernyataannya, Jumat (24/9/2021).
Baca Juga: Soal Syarat Penerima BLT Rp300 Ribu, Risma: Jangan Dipersulit Itu Hak Orang Miskin!
Menurut dia fokus utama ialah penyelesaian di daerah terluar yang belum selesai. Ia mencontohkan di Kalimantan Tengah wilayah gambut, rawa dan sungai. Namun demikian, insan Pos Indonesia tetap terjun langsung memberikan bantuan kepada penerima manfaat.
"Kita akan antarkan langsung ke masyarakat karena banyak dari mereka kesulitan akses dan tidak tahu akan informasi dari distribusi bantuan ini. Untuk kawasan dengan banyak tantangan alam kita siapkan strategi khusus dalam penyaluran bansos menggunakan pendekatan geografis," ungkapnya.
"Sesuai arahan Ibu Mensos penyaluran bansos akan kita selesaikan sebelum Minggu ketiga September. Kita akan distribusikan dengan langsung terjun ke masyarakat," kata Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi seperti dikutip dari pernyataannya, Jumat (24/9/2021).
Baca Juga: Soal Syarat Penerima BLT Rp300 Ribu, Risma: Jangan Dipersulit Itu Hak Orang Miskin!
Menurut dia fokus utama ialah penyelesaian di daerah terluar yang belum selesai. Ia mencontohkan di Kalimantan Tengah wilayah gambut, rawa dan sungai. Namun demikian, insan Pos Indonesia tetap terjun langsung memberikan bantuan kepada penerima manfaat.
"Kita akan antarkan langsung ke masyarakat karena banyak dari mereka kesulitan akses dan tidak tahu akan informasi dari distribusi bantuan ini. Untuk kawasan dengan banyak tantangan alam kita siapkan strategi khusus dalam penyaluran bansos menggunakan pendekatan geografis," ungkapnya.
Lihat Juga :