Asosiasi Usaha Produk Bernutrisi Dorong Wujudkan Generasi Indonesia Emas 2045
Kamis, 23 September 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tanggulangi Stunting dan Gizi Buruk dengan Gerakan Masif Masyarakat
Agus mengharapkan sinergi dan dukungan semua pihak dalam pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan untuk percepatan pencegahan stunting. Spesialis gizi anak dari Universitas Indonesia, Damayanti Sjarif, mengatakan bahwa stunting merupakan suatu kondisi perawakan pendek, dimana penyebabnya adalah kekurangan gizi kronik.
Selain mempengaruhi bentik fisik, stunting juga berpengaruh pada pertumbuhan otak dan tingkat kecerdasan anak. "Untuk mengatasi stunting, pencegahan lebih baik dari pengobatan, berikanlah ASI dan makanan pendamping ASI yang benar yang mengandung cukup protein hewani serta melakukan pemantauan secara berkala,: tambah Damaya.
Direktur Tempo Institute Qaris Tajudin mengatakan bahwa permasalahan kesehatan, termasuk gizi, merupakan isu yang kompleks dan memerlukan dukungan berbagai pihak. "Pemahaman mengenai isu kesehatan, termasuk gizi, memerlukan keahlian khusus dari para ahli kesehatan. Peran media adalah memberikan edukasi yang mudah dimengerti bagi bagi masyarakat supaya kebutuhan gizi bangsa dapat terpenuhi," ungkap Qaris.
Agus mengharapkan sinergi dan dukungan semua pihak dalam pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan untuk percepatan pencegahan stunting. Spesialis gizi anak dari Universitas Indonesia, Damayanti Sjarif, mengatakan bahwa stunting merupakan suatu kondisi perawakan pendek, dimana penyebabnya adalah kekurangan gizi kronik.
Selain mempengaruhi bentik fisik, stunting juga berpengaruh pada pertumbuhan otak dan tingkat kecerdasan anak. "Untuk mengatasi stunting, pencegahan lebih baik dari pengobatan, berikanlah ASI dan makanan pendamping ASI yang benar yang mengandung cukup protein hewani serta melakukan pemantauan secara berkala,: tambah Damaya.
Direktur Tempo Institute Qaris Tajudin mengatakan bahwa permasalahan kesehatan, termasuk gizi, merupakan isu yang kompleks dan memerlukan dukungan berbagai pihak. "Pemahaman mengenai isu kesehatan, termasuk gizi, memerlukan keahlian khusus dari para ahli kesehatan. Peran media adalah memberikan edukasi yang mudah dimengerti bagi bagi masyarakat supaya kebutuhan gizi bangsa dapat terpenuhi," ungkap Qaris.
(nng)
Lihat Juga :