Merek Indonesia Mejeng di Times Square, Pengamat: Tidak Serta Merta Jadi Brand Global
Minggu, 26 September 2021 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi saya kira kalau dianalisis, sebenarnya itu cuma memasarkan dengan target market orang Indonesia, tetapi menggunakan kehebohan dan menciptakan news value dengan cara menempatkan iklannya di internasional," terangnya.
Siwo menjelaskan, strategi demikian dapat membentuk jangkauan yang besar dan membentuk citra produk sebagai 'brand global.' "Pertama, jangkauananya tinggi. Kalau dilihat hasilnya tinggi, maka se-Indonesia bisa tahu. Kedua, citra jadi tren global terbentuk, tapi hanya untuk orang Indonesia, bukan untuk market global," tukasnya.
Selanjutnya pihak pengiklan bakal mencari media atau influencer untuk membantu mempromosikan produk tersebut. "Marketing itu kalau yang ngomong itu yang masang iklan itu nggak powerful, tapi kalau yang ngomong itu orang lain yang nggak masang iklan, contohnya media/influencer, itu akan sangat jadi powerful," tuturnya.
Meskipun sudah pernah mejeng di papan iklan di luar negeri, sambung Siwo, belum tentu produk tersebut menjadi brand global. Argumen Siwo berangkat dari alasan bahwa untuk menjadi merek global, tidak semudah hanya dengan memasang iklan, meskipun di kawasan sekelas Times Square, Amerika Serikat. "Butuh upaya sistematis, harus ada kehadiran produknya di seluruh dunia, dan segala macam butuh waktu," tukasnya.
Baca juga: Pengguna Medsos Makin Banyak, UMKM Harus Paham Pemasaran Digital
Siwo menjelaskan, strategi demikian dapat membentuk jangkauan yang besar dan membentuk citra produk sebagai 'brand global.' "Pertama, jangkauananya tinggi. Kalau dilihat hasilnya tinggi, maka se-Indonesia bisa tahu. Kedua, citra jadi tren global terbentuk, tapi hanya untuk orang Indonesia, bukan untuk market global," tukasnya.
Selanjutnya pihak pengiklan bakal mencari media atau influencer untuk membantu mempromosikan produk tersebut. "Marketing itu kalau yang ngomong itu yang masang iklan itu nggak powerful, tapi kalau yang ngomong itu orang lain yang nggak masang iklan, contohnya media/influencer, itu akan sangat jadi powerful," tuturnya.
Meskipun sudah pernah mejeng di papan iklan di luar negeri, sambung Siwo, belum tentu produk tersebut menjadi brand global. Argumen Siwo berangkat dari alasan bahwa untuk menjadi merek global, tidak semudah hanya dengan memasang iklan, meskipun di kawasan sekelas Times Square, Amerika Serikat. "Butuh upaya sistematis, harus ada kehadiran produknya di seluruh dunia, dan segala macam butuh waktu," tukasnya.
Baca juga: Pengguna Medsos Makin Banyak, UMKM Harus Paham Pemasaran Digital
Lihat Juga :