Berpotensi Cuan, Saham Perbankan dan Batu Bara Layak Dilirik
Senin, 27 September 2021 - 07:27 WIB
loading...
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menyentuh posisi 6.700 hingga akhir tahun 2021. Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menyentuh posisi 6.700 hingga akhir tahun 2021. Direktur PT Panin Asset Management Winston Sual menuturkan, target IHSG di level 6.700 tersebut dengan mempertimbangkan sektor perbankan. Pihaknya menilai sektor bank akan meningkat setelah mengalami tekanan.
"Kita melihat pertama sektor-sektor perbankan besar akan alami peningkatan setelah tekanan di BRI. Kalau mereka alami peningkatan di total market cap 20 persen itu akan mendorong indeks," ujar Winston di Jakarta, dikutip Senin (27/9/2021)
Adapun saham yang potensial menurut Winston, salah satunya dari sektor batu bara. Dia menuturkan, harga batu bara cenderung menguat bahkan menyentuh rekor tertinggi sekitar USD185.
Baca juga: Efek Kasus Evergrande China Justru Bagus Buat Indonesia, Kok Bisa?
Kenaikan harga batu bara ini terjadi sejak awal tahun dan berlanjut pada kuartal kedua hingga ketiga. Namun, kenaikan harga batu bara itu belum mendorong harga saham batu bara.
Selain sektor batu bara, sektor keuangan menurut Winston juga berpotensi meningkat. Dia menilai, tekanan terhadap saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berkurang sehingga akan mendongkrak saham-saham emiten bank besar.
Apalagi BBRI juga telah 'membeli' Pegadaian sehingga dapat mendongkrak prospek bank BUMN itu. Hal tersebut, menurut Winston dapat menjadi sentimen positif untuk saham emiten bank.
"Kita melihat pertama sektor-sektor perbankan besar akan alami peningkatan setelah tekanan di BRI. Kalau mereka alami peningkatan di total market cap 20 persen itu akan mendorong indeks," ujar Winston di Jakarta, dikutip Senin (27/9/2021)
Adapun saham yang potensial menurut Winston, salah satunya dari sektor batu bara. Dia menuturkan, harga batu bara cenderung menguat bahkan menyentuh rekor tertinggi sekitar USD185.
Baca juga: Efek Kasus Evergrande China Justru Bagus Buat Indonesia, Kok Bisa?
Kenaikan harga batu bara ini terjadi sejak awal tahun dan berlanjut pada kuartal kedua hingga ketiga. Namun, kenaikan harga batu bara itu belum mendorong harga saham batu bara.
Selain sektor batu bara, sektor keuangan menurut Winston juga berpotensi meningkat. Dia menilai, tekanan terhadap saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berkurang sehingga akan mendongkrak saham-saham emiten bank besar.
Apalagi BBRI juga telah 'membeli' Pegadaian sehingga dapat mendongkrak prospek bank BUMN itu. Hal tersebut, menurut Winston dapat menjadi sentimen positif untuk saham emiten bank.
Lihat Juga :