Gawat! Krisis Energi Eropa Masih Terjadi Beberapa Bulan Lagi

Rabu, 29 September 2021 - 05:21 WIB
loading...
Gawat! Krisis Energi...
Krisis energi di Eropa diperkirakan baru akan berakhir dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah Prancis akan memberikan subsidi sebanyak 100 euro kepada sekitar 5,8 juta rumah tangga untuk mengurangi beban biaya energi. Foto/Dok Zyri
A A A
PARIS - Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire memprediksi krisis energi di Eropa baru akan berakhir dalam beberapa bulan ke depan. Namun Ia meyakini harga-harga komoditas energi bakal turun sejalan dengan pemulihan ekonomi di negara-negara Eropa.

Sementara itu Juru Bicara Pemerintah Gabriel Attal menegaskan bahwa Prancis bakal mempertimbangkan sejumlah kebijakan baru untuk menangani hal yang temporer ini.

"Kami sedang melaksanakan kebijakan tambahan," tuturnya, dilansir Reuters, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Belum Usai Evergrande, China Alami Krisis Energi seperti Inggris

Untuk diketahui, sejumlah harga komoditas energi seperti gas alam , minyak bumi, dan batu bara terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran investor atas tekanan inflasi serta dapat mengancam kepercayaan konsumen.

Pada Senin (27/9), Badan Regulator Energi Prancis mengatakan, harga gas akan mulai naik 12,6% pada 1 Oktober mendatang.

Pada dua pekan sebelumnya, pemerintah Prancis akan memberikan subsidi sebanyak 100 euro kepada sekitar 5,8 juta rumah tangga untuk mengurangi beban biaya energi yang meningkat dalam hal ini tarif listrik dan gas alam.

Krisis energi yang saat ini menjerat Inggris dan kawasan Eropa, dan juga China membuat negara-negara ini kembali beralih ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berbahan batu bara. Ini membuktikan bahwa penyediaan energi murah dengan pasokan yang terjaga menjadi hal yang paling utama.

Ketika harga gas bumi melambung tinggi, Inggris dan negara-negara di kawasan Eropa kembali memilih untuk menggunakan PLTU batu bara. Sedangkan krisis listrik di China disebabkan berkurangnya pasokan batu bara untuk mengejar target emisi dan iklim.

Baca Juga: Hadapi Krisis Energi, Ribuan SPBU di Inggris Tutup

Sementara itu belum lama ini, Inggris memutuskan untuk memajukan targetnya mengakhiri penggunaan PLTU batu bara setahun lebih cepat menjadi Oktober 2024. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong negara lain untuk segera menghentikan konsumsi batu bara.

Di Inggris, krisis terjadi akibat naiknya harga gas di Eropa. Harga gas melambung tinggi 250% sejak Januari 2021. Kombinasi musim dingin mendorong permintaan, serta dibukanya kembali perekonomian negara-negara di kawasan setelah sempat melakukan lockdown.

Sementara itu pasokan menipis, ketika ada penghentian produksi di fasilitas milik Amerika Serikat (AS). Salah satu penyebabnya pengetatan aturan pasar karbon di Uni Eropa (UE).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
Ukraina Bisa Miliki...
Ukraina Bisa Miliki Senjata Nuklir dalam Beberapa Bulan ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved