Terkuak! Ini Penyebab Kebakaran Kilang Balongan Pertamina
Rabu, 29 September 2021 - 12:59 WIB
loading...
Penyebab terbakarnya Kilang Balongan pada pada 29 Maret 2021 pukul 00.45 WIB lalu dilaporkan ke Komisi VII DPR. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Investigasi independen yang dilakukan oleh pihak eksternal atas peristiwa kebakaran kilang PT Pertamina (Persero) di Balongan , Indramayu, Jawa Barat pada 29 Maret 2021 pukul 00.45 WIB berhasil mengungkap penyebab terjadinya insiden tersebut. Investigasi pihak eksternal tersebut melibatkan pakar dan ahli baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
"Selain investigasi internal, Pertamina juga melibatkan empat investigator eksternal yang melakukan audit atas kebakaran Kilang Balongan," ungkap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Jakarta, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (29/9/2021).
Baca Juga: Pertamina Bayarkan Ganti Rugi Tahap II untuk Korban Kilang Balongan
Keempat pihak eksternal tersebut adalah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas ESDM), Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pusat Penelitian Petir LAPI ITB, dan Det Norske Veritas (DNV). "Empat pihak eksternal ini terjun langsung melakukan investigasi," ujarnya.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Djoko Priyono menjelaskan, mayoritas hasil investigasi menyebutkan telah terjadi kebocoran di dinding Tangki G dengan penyebab yang berbeda-beda dari setiap hasil investigasinya.
"Selain investigasi internal, Pertamina juga melibatkan empat investigator eksternal yang melakukan audit atas kebakaran Kilang Balongan," ungkap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Jakarta, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (29/9/2021).
Baca Juga: Pertamina Bayarkan Ganti Rugi Tahap II untuk Korban Kilang Balongan
Keempat pihak eksternal tersebut adalah Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas ESDM), Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pusat Penelitian Petir LAPI ITB, dan Det Norske Veritas (DNV). "Empat pihak eksternal ini terjun langsung melakukan investigasi," ujarnya.
Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Djoko Priyono menjelaskan, mayoritas hasil investigasi menyebutkan telah terjadi kebocoran di dinding Tangki G dengan penyebab yang berbeda-beda dari setiap hasil investigasinya.
Lihat Juga :