YLKI Soroti Bahaya Mikroplastik Galon Isi Ulang Bagi Konsumen
Rabu, 29 September 2021 - 18:32 WIB
loading...
YLKI menyoroti tentang perlunya informasi kepada konsumen terkait potensi bahaya kandungan mikroplastik di galon isi ulang. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti tentang perlunya informasi kepada konsumen terkait potensi bahaya kandungan mikroplastik di kemasan air minum . Pasalnya sebagai konsumen memiliki hal untuk mengetahui produk yang digunakan tersebut bahaya atau tidak.
"UI mengungkap hasil penilitian bahwa kandungan mikroplastik ada di kemasan air minum maupun galon isi ulang yang dikonsumsi setiap hari. Kita sebagai konsumen harus memiliki hak dasar untuk mengetahui produk yang digunakan," ujar Anggota Pengurus YLKI Tubagus Haryo Karbayanto dikutip melalui pernyataan resminya, Rabu (29/9/2021).
Baca Juga:Greenpeace: Hasil Uji Lab Temukan Mikroplastik di Air Kemasan Galon Sekali Pakai
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium Kimia Anorganik Universitas Indonesia melaporkan bahwa hasil pengujian kandungan mikroplastik air minum dalam kemasan. Pengujian mikroskospik tersebut secara khusus menyoroti kemasan galon sekali pakai yang beredar di kawasan Jabodetabek.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa orang Indonesia rata-rata mengonsumsi air minum dalam kemasan, baik itu dalam kemasan botol, galon isi ulang, maupun galon sekali pakai sebanyak 1,89 liter per hari. Itu berarti orang Indonesia terpapar mikroplastik sampai 9,45 miligram per hari.
Peneliti dari Laboratorium Kimia Anorganik UI Agustino Zulys menyampaikan hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa air minum dalam kemasan galon sekali pakai mengandung partikel mikroplastik berukuran rata-rata 25,57 mikrometer sampai 27,06 mikrometer. Sementara itu, kandungannya mencapai rata-rata 80 juta hingga 95 juta partikel per liter. Analisis konsentrasi atau beratnya menunjukkan air minum dalam kemasan galon sekali pakai mengandung mikroplastik paling banyak 5 miligram per liter.
Laporan itu juga mengungkapkan bahwa orang Indonesia rata-rata mengonsumsi air minum dalam kemasan, baik itu dalam kemasan botol, galon isi ulang, maupun galon sekali pakai sebanyak 1,89 liter per hari. "Itu berarti orang Indonesia terpapar mikroplastik sampai 9,45 miligram per hari," kata dia.
"UI mengungkap hasil penilitian bahwa kandungan mikroplastik ada di kemasan air minum maupun galon isi ulang yang dikonsumsi setiap hari. Kita sebagai konsumen harus memiliki hak dasar untuk mengetahui produk yang digunakan," ujar Anggota Pengurus YLKI Tubagus Haryo Karbayanto dikutip melalui pernyataan resminya, Rabu (29/9/2021).
Baca Juga:Greenpeace: Hasil Uji Lab Temukan Mikroplastik di Air Kemasan Galon Sekali Pakai
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Laboratorium Kimia Anorganik Universitas Indonesia melaporkan bahwa hasil pengujian kandungan mikroplastik air minum dalam kemasan. Pengujian mikroskospik tersebut secara khusus menyoroti kemasan galon sekali pakai yang beredar di kawasan Jabodetabek.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa orang Indonesia rata-rata mengonsumsi air minum dalam kemasan, baik itu dalam kemasan botol, galon isi ulang, maupun galon sekali pakai sebanyak 1,89 liter per hari. Itu berarti orang Indonesia terpapar mikroplastik sampai 9,45 miligram per hari.
Peneliti dari Laboratorium Kimia Anorganik UI Agustino Zulys menyampaikan hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa air minum dalam kemasan galon sekali pakai mengandung partikel mikroplastik berukuran rata-rata 25,57 mikrometer sampai 27,06 mikrometer. Sementara itu, kandungannya mencapai rata-rata 80 juta hingga 95 juta partikel per liter. Analisis konsentrasi atau beratnya menunjukkan air minum dalam kemasan galon sekali pakai mengandung mikroplastik paling banyak 5 miligram per liter.
Laporan itu juga mengungkapkan bahwa orang Indonesia rata-rata mengonsumsi air minum dalam kemasan, baik itu dalam kemasan botol, galon isi ulang, maupun galon sekali pakai sebanyak 1,89 liter per hari. "Itu berarti orang Indonesia terpapar mikroplastik sampai 9,45 miligram per hari," kata dia.
Lihat Juga :