Bank-bank Afghanistan Kehabisan Dolar AS, Beberapa Terpaksa Tutup

Kamis, 30 September 2021 - 09:59 WIB
loading...
Bank-bank Afghanistan...
Hasnur Group Rayakan Ulang Tahun ke 55 tahun dengan Webinar Nasional Jakarta, 29 September 2021, Hasnur Group sebuah perusahaan lokal Banua yang didirikan oleh H.Abdussamad Sulaiman dan Isteri Beliau Hj Nurhayati di Kalimantan Selatan yang pada 27 Agus
A A A
KABUL - Bank Sentral Afghanistan diketahui telah menguras sebagian besar cadangan uang tunai dolar Amerika Serikat (USD) , dalam beberapa pekan sebelum Taliban menguasai negara itu. Hal ini memperburuk krisis ekonomi yang terjadi saat ini.

Ringkasan dari dokumen rahasia yang terbongkar, dua halaman awal yang ditulis oleh pejabat senior ekonomi internasional untuk lembaga-lembaga termasuk Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional mengatakan, kekurangan uang tunai di Afghanistan sudah terjadi sebelum Taliban mengambil alih Kabul.

Baca Juga: Taliban Berkuasa, Bos Bank Afghanistan Bilang Semua Sektor Hampir Runtuh

Hal ini memunculkan kritikan terhadap mantan bos bank sentral, terkait bagaimana cara dia menangani krisis beberapa bulan sebelum penaklukan Taliban. Termasuk keputusan untuk melelang sejumlah besar dolar AS dan memindahkan uang dari Kabul ke cabang-cabang yang berada di provinsi.

"Cadangan FX (valuta asing) pada bank sentral di Kabul telah habis, bank sentral tidak dapat memenuhi ... permintaan tunai," kata laporan itu, yang dirilis oleh Reuters.

"Sumber terbesar dari masalah ini adalah salah urus di bank sentral sebelum pengambilalihan Taliban," tambahnya.

Shah Mehrabi, Ketua Komite Audit Bank Sentral yang membantu mengawasi bank sebelum Taliban mengambil alih dan masih di posnya, membela tindakan bank sentral. Ia mengatakan pihaknya berusaha mencegah kejatuhan mata uang lokal Afghanistan.

Kekurangan uang tunai dapat dilihat di jalanan kota-kota Afghanistan, di mana antrean panjang terlihat selama berjam-jam untuk menarik dolar di tengah batasan ketat tentang berapa banyak yang dapat mereka ambil.

Bahkan sebelum keruntuhan pemerintah Afghanistan, ekonomi sedang berjuang. Tetapi kembalinya Taliban berkuasa, membuat miliaran dolar dalam bentuk bantuan asing telah meninggalkan Afghanistan dalam krisis ekonomi yang semakin dalam.

Harga bahan pokok seperti tepung telah melonjak, sementara lapangan kerja minim. Hal itu membuat jutaan orang menghadapi ancaman kelaparan saat musim dingin yang semakin mendekat.

Bantuan Mengering

Di bawah pemerintah sebelumnya, bank sentral mengandalkan pengiriman uang tunai sebesar USD249 juta setiap tiga bulan dalam bentuk pecahan uang kertas USD100 terikat dan disimpan di lemari besi bank sentral dan istana presiden. Hal ini menurut sumber yang tidak disebutkan.

Namun cadangan uang tersebut menguap ketika bantuan asing menghindar dari berurusan langsung dengan Taliban, yang berperang melawan pasukan asing dan pemerintah yang digulingkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
The Fed Punya Bos Baru!...
The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir
Sektor Perbankan dan...
Sektor Perbankan dan Keuangan UEA Digoyang Perang AS-Iran, Begini Kondisinya
Gebrakan Baru BRICS:...
Gebrakan Baru BRICS: Integrasikan Mata Uang Digital, Bye-bye Dolar AS?
The Fed Pangkas Suku...
The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan, Ketiga Kalinya Sepanjang 2025
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved