Bank-bank Afghanistan Kehabisan Dolar AS, Beberapa Terpaksa Tutup

Kamis, 30 September 2021 - 09:59 WIB
loading...
A A A
Bank sentral yang memainkan peran kunci di Afghanistan karena mendistribusikan bantuan dari negara-negara seperti Amerika Serikat, mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya telah memiliki rencana untuk memenuhi kebutuhan mata uang asing di negara itu. Namun tidak memberikan rincian.

Baca Juga: Ternyata, Ekonomi Afghanistan Sudah 'Melarat' Sebelum Taliban Masuk

Krisis mata uang membuat Taliban sulit memenuhi kebutuhan dasar, termasuk membayar kekuasaan atau gaji kepada pegawai pemerintah, banyak di antaranya belum dibayar dalam beberapa bulan.

Sekitar USD9 miliar cadangan offshore Afghanistan dibekukan segera setelah Taliban merebut Kabul. Kondisi ini meninggalkan bank sentral hanya dengan uang tunai di lemari besinya.

Menurut laporan itu, bank sentral melelang USD1,5 miliar antara 1 Juni dan 15 Agustus ke dealer valuta asing lokal, yang katanya "sangat tinggi".

"Pada 15 Agustus, Bank Sentral memiliki kewajiban luar biasa sebesar USD700 juta dan 50 miliar afghanis (USD569 juta) terhadap bank-bank komersial," katanya, menambahkan bahwa ini telah menjadi faktor utama krisis yang terjadi.

Pejabat bank sentral Afghanistan, Mehrabi mengatakan, meskipun lelang hampir USD1,5 yang diumumkan. Tapi kata Mehrabi, jumlah sebenarnya yang dijual mencapai USD714 juta.

Dia mengatakan bank sentral telah "melanjutkan lelang valuta asingnya untuk mengurangi depresiasi dan inflasi."

Uang Hilang

Laporan itu juga mempertanyakan keputusan bank sentral yang mengalihkan sebagian cadangan ke cabang-cabang di provinsi. Menempatkannya dalam risiko besar ketika militan Taliban makin berkuasa di seluruh negeri dari akhir 2020 menjelang kemenangan mereka.

Dikatakan sekitar USD202 juta disimpan di kantor bank cabang pada akhir 2020, nilainya besar bila dibandingkan dengan USD12,9 juta pada tahun 2019. Lalu uang tunai tersebut tidak bisa dipindahkan karena provinsi mulai jatuh ke tangan Taliban.

"Sejumlah uang dilaporkan hilang (dicuri) dari 'beberapa' cabang provinsi," kata laporan itu, tanpa merinci berapa banyak yang hilang.

Mehrabi mengatakan bank sentral sedang menyelidiki uang yang "dicuri" dari tiga kantor cabang, meski belum pasti dilakukan oleh Taliban. Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
Heboh! Sejumlah Artis...
Heboh! Sejumlah Artis Tagih Honor Miliaran Rupiah ke TV Swasta
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved