Kontainer Sempat Langka, Upaya Kemendag Bikin Lega Eksportir
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Terhadap persoalan kontainer, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memastikan, ada tambahan suplai kontainer 800-1.000 unit per bulan. Lutfi menjelaskan, komitmen tambahan kontainer datang dari berbagai negara.
Baca Juga: Surplus Neraca Dagang jadi Sinyal Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi
Kesepakatan terjadi setelah pemerintah mempertemukan eksportir dengan kalangan usaha. Kemendag menggamit Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia, serta Operator pelayaran jalur utama (Main Line Operator/MLO) untuk mencari solusi akan kekurangan kontainer. Dan kelangkaan kontainer terjadi bukan hanya di Indonesia.
Meski begitu, ia menyebut Indonesia sebenarnya butuh hingga 1.000 kontainer per minggu. Hal ini untuk menunjang tingginya permintaan pasar. Hal ini untuk menunjang ekspor furnitur.
Lutfi menyatakan, pasokan kontainer juga bertambah untuk sektor makanan dan minuman sebanyak 3.500-3.800 unit per bulan. Tambahan suplai ini merupakan solusi dari kelangkaan kontainer yang terjadi beberapa waktu terakhir.
"Kelangkaan peti kemas (kontainer) masalah serius datangnya order akibat perang dagang AS dan China," ungkap Lutfi dalam konferensi pers secara daring, Kamis (30/9).
Ia mengatakan, Indonesia kebanjiran pesanan dari berbagai negara lantaran ekses perang dagang antara China dan AS. "Ini bisa dimanfaatkan untuk ekspor industri elektronika, alas kaki, garmen, dan furnitur," terang Lutfi.
Baca Juga: Surplus Neraca Dagang jadi Sinyal Keberlanjutan Pemulihan Ekonomi
Kesepakatan terjadi setelah pemerintah mempertemukan eksportir dengan kalangan usaha. Kemendag menggamit Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia, serta Operator pelayaran jalur utama (Main Line Operator/MLO) untuk mencari solusi akan kekurangan kontainer. Dan kelangkaan kontainer terjadi bukan hanya di Indonesia.
Meski begitu, ia menyebut Indonesia sebenarnya butuh hingga 1.000 kontainer per minggu. Hal ini untuk menunjang tingginya permintaan pasar. Hal ini untuk menunjang ekspor furnitur.
Lutfi menyatakan, pasokan kontainer juga bertambah untuk sektor makanan dan minuman sebanyak 3.500-3.800 unit per bulan. Tambahan suplai ini merupakan solusi dari kelangkaan kontainer yang terjadi beberapa waktu terakhir.
"Kelangkaan peti kemas (kontainer) masalah serius datangnya order akibat perang dagang AS dan China," ungkap Lutfi dalam konferensi pers secara daring, Kamis (30/9).
Ia mengatakan, Indonesia kebanjiran pesanan dari berbagai negara lantaran ekses perang dagang antara China dan AS. "Ini bisa dimanfaatkan untuk ekspor industri elektronika, alas kaki, garmen, dan furnitur," terang Lutfi.
(akr)
Lihat Juga :