Survei Membuktikan, Bunga KPR Masih Dianggap Tinggi
Selasa, 05 Oktober 2021 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Temuan utama selanjutnya adalah pencarian properti oleh konsumen semakin merata keluar Jakarta. Kebijakan perusahaan untuk menerapkan bekerja dari rumah (work from home/WFH) membuat masyarakat sadar bahwa jarak antara kantor dan rumah kini tak lagi menjadi beban.
Lebih dari separuh atau sekitar 55% responden mengaku terpikir untuk mencari hunian di luar wilayah Jabodetabek jika bisa terus menjalani sistem kerja WFH atau remote working. Angka itu naik dibanding semester sebelumnya yang tercatat 53%.
Wilayah-wilayah yang akan dipertimbangkan jika para pencari rumah bisa tinggal di luar Jabodetabek adalah Jawa Barat dinyatakan oleh 46% responden, Bali 22%, Yogyakarta 21, dan Jawa Tengah 16%.
Selain itu, pola pencarian properti yang tercatat di Rumah.com juga mulai menyebar keluar DKI Jakarta. Persentase pencarian properti di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Depok berkurang 3-5% dibanding kuartal sebelumnya. Sebaliknya, pencarian di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bogor mengalami peningkatan 3-5% pada periode yang sama.
"Perubahan tren ini mungkin terkait dengan situasi pandemi Covid-19 dan WFH, selain karena pembangunan infrastruktur di wilayah penyokong Jakarta, serta penurunan dan stagnasi harga di kota atau kabupaten," jelas Marine.
Lebih dari separuh atau sekitar 55% responden mengaku terpikir untuk mencari hunian di luar wilayah Jabodetabek jika bisa terus menjalani sistem kerja WFH atau remote working. Angka itu naik dibanding semester sebelumnya yang tercatat 53%.
Wilayah-wilayah yang akan dipertimbangkan jika para pencari rumah bisa tinggal di luar Jabodetabek adalah Jawa Barat dinyatakan oleh 46% responden, Bali 22%, Yogyakarta 21, dan Jawa Tengah 16%.
Selain itu, pola pencarian properti yang tercatat di Rumah.com juga mulai menyebar keluar DKI Jakarta. Persentase pencarian properti di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Depok berkurang 3-5% dibanding kuartal sebelumnya. Sebaliknya, pencarian di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bogor mengalami peningkatan 3-5% pada periode yang sama.
"Perubahan tren ini mungkin terkait dengan situasi pandemi Covid-19 dan WFH, selain karena pembangunan infrastruktur di wilayah penyokong Jakarta, serta penurunan dan stagnasi harga di kota atau kabupaten," jelas Marine.
Lihat Juga :