Pesawat CN235-200 Terbang Pakai Avtur Minyak Sawit, Airlangga: Keberhasilan Anak Bangsa
Rabu, 06 Oktober 2021 - 12:42 WIB
loading...
Pesawat CN235-220 berhasil uji terbang menggunakan avtur campuran minyak sawit atau bahan bakar bioavtur 2,4% (J2.4). Menko Airlangga Hartato mengatakan, ini keberhasilan sumber daya manusia (SDM). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pesawat CN235-220 berhasil uji terbang menggunakan avtur campuran minyak sawit atau bahan bakar bioavtur 2,4% (J2.4). Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ini keberhasilan sumber daya manusia (SDM) yang bisa menggunakan sumber daya alam (SDA) domestik.
"Kita menyaksikan keberhasilan anak bangsa yang diuji terbangkan. Ini momentum yang disaksikan masyarakat Indonesia dan langkah awal biofuel untuk transportasi," kata Airlangga dalam video virtual, Rabu (6/10/2021).
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2015, terdapat kewajiban untuk melakukan pencampuran bahan bakar nabati dalam bahan bakar jenis avtur dengan persentase sebesar 3% pada tahun 2020, dan pada tahun 2025 akan meningkat menjadi campuran bioavtur 5%.
Baca Juga: Luar Biasa! Pesawat CN235-220 Sukses Terbang Pakai Avtur Minyak Sawit
Kementerian ESDM bersama Komisi Teknis 27-04 Bioenergi telah menyusun SNI Bioavtur Murni/Biojet dan telah terbit pada tahun 2018 dengan nomor 8674:2018.PT Pertamina (Persero) dan ITB melakukan uji coba co-processing kerosene dengan minyak nabati untuk menghasilkan prototype produk bioavtur.
Serangkaian uji karakteristik material bahan bakar telah dilakukan meliputi titik nyala densitas, titik beku, kestabilan termal JFTOT, aromatik, titik kabut, LHV, viskositas dan specific gravity.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan bioavtur domestik, dibutuhkan serangkaian uji untuk memastikan kehandalan, keamanan dan keberhasilan bioavtur. Terdapat 2 (dua) uji utama yang perlu dilakukan setelah memastikan kelayakan bahan baku bioavtur (uji fisika dan kimia), yaitu uji statik dan uji terbang.
"Kita menyaksikan keberhasilan anak bangsa yang diuji terbangkan. Ini momentum yang disaksikan masyarakat Indonesia dan langkah awal biofuel untuk transportasi," kata Airlangga dalam video virtual, Rabu (6/10/2021).
Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2015, terdapat kewajiban untuk melakukan pencampuran bahan bakar nabati dalam bahan bakar jenis avtur dengan persentase sebesar 3% pada tahun 2020, dan pada tahun 2025 akan meningkat menjadi campuran bioavtur 5%.
Baca Juga: Luar Biasa! Pesawat CN235-220 Sukses Terbang Pakai Avtur Minyak Sawit
Kementerian ESDM bersama Komisi Teknis 27-04 Bioenergi telah menyusun SNI Bioavtur Murni/Biojet dan telah terbit pada tahun 2018 dengan nomor 8674:2018.PT Pertamina (Persero) dan ITB melakukan uji coba co-processing kerosene dengan minyak nabati untuk menghasilkan prototype produk bioavtur.
Serangkaian uji karakteristik material bahan bakar telah dilakukan meliputi titik nyala densitas, titik beku, kestabilan termal JFTOT, aromatik, titik kabut, LHV, viskositas dan specific gravity.
Sebagai bagian dari upaya pengembangan bioavtur domestik, dibutuhkan serangkaian uji untuk memastikan kehandalan, keamanan dan keberhasilan bioavtur. Terdapat 2 (dua) uji utama yang perlu dilakukan setelah memastikan kelayakan bahan baku bioavtur (uji fisika dan kimia), yaitu uji statik dan uji terbang.
Lihat Juga :