UMKM hingga Korporasi Indonesia Diajak Bangkit Melalui Bhinneka.Com
Selasa, 02 Juni 2020 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai bagian awal dari program #BangkitLagi, Bhinneka.Com memulainya lewat Selasar Nusantara, etalase digital yang menyediakan barang kebutuhan sehari-hari hingga produk siap saji dari brand-brand lokal terpilih Indonesia berkonsep Marketplace.
Beberapa di antaranya seperti Kreskros (produk fashion accessories dari daur ulang plastik dan pemberdayaan perempuan sebagai perajin), Timor Morenga (produk olahan daun kelor dari Nusa Tenggara Timur), Patricia Andriani (terapan kreasi batik tulis Lasem), Kulina (pemberdayaan dapur untuk kebutuhan katering retail maupun perusahaan), Payung Geulis Tasikmalaya, GoUKM Training Center, dan banyak lagi lainnya.
Sebagai gambaran, sejak fasilitas penjualan oleh partner dibuka awal tahun lalu, Bhinneka.Com telah mencatat lonjakan jumlah Merchant sebesar tiga digit, dan penambahannya terus digalakkan lewat kurasi ketat.
“Kampanye #BangkitLagi ini merupakan komitmen kami untuk menjadi inisiator dalam ekosistem ekonomi digital untuk menyambut tatanan hidup baru di era new normal. Melalui kampanye ini, kami ingin terlibat dalam gotong-royong memulihkan perekonomian di Indonesia. Kami berharap, Bhinneka.Com dapat memfasilitasi para UMKM di seluruh Indonesia untuk membuka kesempatan yang lebih luas untuk menghidupkan dan menjaring pasar yang sebelumnya belum tersentuh,” ujar CEO & Founder Bhinneka.Com, Hendrik Tio.
Merujuk pada data Kemkominfo tercatat 9,4 juta UMKM yang sudah masuk ke ranah digital di awal 2020 ini, Bhinneka.Com yakin para UMKM di Indonesia bisa didorong untuk terus bertumbuh melalui platform digital. Terlebih UMKM merupakan faktor besar penyumbang kemajuan perekonomian di Indonesia, seperti yang telah diserukan Presiden Joko Widodo mengajak kita mendukung UMKM melalui #BanggaBuatanIndonesia.
Beberapa di antaranya seperti Kreskros (produk fashion accessories dari daur ulang plastik dan pemberdayaan perempuan sebagai perajin), Timor Morenga (produk olahan daun kelor dari Nusa Tenggara Timur), Patricia Andriani (terapan kreasi batik tulis Lasem), Kulina (pemberdayaan dapur untuk kebutuhan katering retail maupun perusahaan), Payung Geulis Tasikmalaya, GoUKM Training Center, dan banyak lagi lainnya.
Sebagai gambaran, sejak fasilitas penjualan oleh partner dibuka awal tahun lalu, Bhinneka.Com telah mencatat lonjakan jumlah Merchant sebesar tiga digit, dan penambahannya terus digalakkan lewat kurasi ketat.
“Kampanye #BangkitLagi ini merupakan komitmen kami untuk menjadi inisiator dalam ekosistem ekonomi digital untuk menyambut tatanan hidup baru di era new normal. Melalui kampanye ini, kami ingin terlibat dalam gotong-royong memulihkan perekonomian di Indonesia. Kami berharap, Bhinneka.Com dapat memfasilitasi para UMKM di seluruh Indonesia untuk membuka kesempatan yang lebih luas untuk menghidupkan dan menjaring pasar yang sebelumnya belum tersentuh,” ujar CEO & Founder Bhinneka.Com, Hendrik Tio.
Merujuk pada data Kemkominfo tercatat 9,4 juta UMKM yang sudah masuk ke ranah digital di awal 2020 ini, Bhinneka.Com yakin para UMKM di Indonesia bisa didorong untuk terus bertumbuh melalui platform digital. Terlebih UMKM merupakan faktor besar penyumbang kemajuan perekonomian di Indonesia, seperti yang telah diserukan Presiden Joko Widodo mengajak kita mendukung UMKM melalui #BanggaBuatanIndonesia.
Lihat Juga :