Saran Ahli Agar Krisis Energi Dunia Tak Merembet ke Indonesia

Senin, 11 Oktober 2021 - 21:27 WIB
loading...
Saran Ahli Agar Krisis...
Indonesia tidak perlu khawatir dengan adanya krisis energi yang terjadi di sejumlah negara di dunia. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, Indonesia tidak perlu khawatir dengan adanya krisis energi yang terjadi di sejumlah negara di dunia seperti Eropa, Inggris, China, dan India.

Menurut dia, Indonesia punya banyak keunggulan untuk merancang transisi energi menuju dekarbonisasi tahun 2060 atau lebih awal secara lebih baik.

"Kita harus menemukan peta jalan transisi energi yang paling optimal, karena ada juga yang bilang Indonesia jangan mengikuti negara-negara barat melakukan transisi energi. Menurut saya itu tidak benar karena transisi energi harus mengikuti prinsip-prinsip yang mendasar," ujarnya dalam webinar bertajuk Energy Crisis in UK and Europe, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Krisis Listrik Hantam China hingga Eropa, Transisi Energi Tak Perlu Buru-buru

Menurut dia, keamanan pasokan harus bisa dijamin dan harga energi yang terjangkau juga penting untuk mengoptimalkan sumber energi baru terbarukan yang ada di Indonesia.

"Dalam kebijakan energi kita, baik dalam KEN maupun RUEN juga sudah ada. Paling penting sekarang bagaimana menerjemahkan prinsip-prinsip itu di dalam perencanaan transisi energi Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan, indeks ketahanan energi Indonesia saat ini berkisar 6,57 atau masuk kategori tahan.

Baca juga: Intip Penghasilan 5 Perempuan Paling Berpengaruh, Setahun Ada yang Dapat Rp187 Miliar

Indeks ketahanan energi diukur dari aspek keterjangkauan harga, ketersediaan energi, kemampuan akses, dan ramah lingkungan. "Indeks ketahanan energi kita dari 4 variabel itu ada di angka 6,57 di kategori tahan dari tingkat tertinggi sangat tahan di angka 8," urainya.

Menurut Djoko, cadangan minyak nasional saat ini mampu memenuhi kebutuhan domestik selama 20-25 hari. Sementara gas dan batu bara diekspor karena kebutuhan domestik yang telah terpenuhi. Meski begitu, Indonesia tetap harus mengantisipasi impor energi fosil, yakni minyak bumi yang akan berdampak pada subsidi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Utusan Putin: Tsunami...
Utusan Putin: Tsunami Krisis Energi Segera Hantam Eropa!
ANDALAS Forum VI Digelar...
ANDALAS Forum VI Digelar di Palembang, Sinergi Energi Jadi Sorotan
Lewat Forum IQRO, PKS...
Lewat Forum IQRO, PKS Perkuat Peran Solutif Hadapi Krisis Energi
Rekomendasi
Ruben Onsu Buka Suara...
Ruben Onsu Buka Suara soal Video Viral Thalia Onsu, Singgung Pengaruh Lingkungan Anak
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved