Jokowi Kebut Hilirisasi: Tidak Bisa Lagi Hanya Ekspor Bahan Mentah

Rabu, 13 Oktober 2021 - 13:20 WIB
loading...
Jokowi Kebut Hilirisasi:...
Presiden Jokowi kembali menekankan pentingnya hilirisasi secara besar-besar. Dengan tegas, Ia menyatakan jangan lagi hanya jadi tukang gali tambang dan tangkap ikan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) kembali menekankan pentingnya hilirisasi secara besar-besaran. Dia mengatakan bahwa saat ini Indonesia tidak bisa hanya main ekspor bahan mentah saja tanpa ada hilirisasi. Dengan tegas, Ia menyatakan jangan lagi hanya jadi tukang gali tambang dan tangkap ikan.

“Tidak bisa lagi kita mengekspor dalam bentuk raw material , dalam bentuk bahan mentah yang tidak memiliki nilai tambah. Kita dapat uang dari itu, iya. Kita dapat income dari situ, iya. Tetapi nilai tambahnya itu yang kita inginkan,” katanya saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI, di Istana Negara, (Rabu (13/10/2021).

Baca Juga: Geber Hilirisasi, Jokowi Tak Ingin RI Cuma Jadi Eksportir Bahan Baku

Bahkan Jokowi mengingatkan agar Indonesia tidak hanya tukang gali tambang ataupun tukang menangkap ikan saja. Menurutnya kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia harus dimanfaatkan dengan baik di dalam negeri.

“Tapi kalau kita hanya tukang gali kemudian kita kirim keluar, mereka buat smelter di sana. Kemudian dijadikan barang setengah jadi atau barang jadi, kemudian kembali ke sini kita beli. Inilah yang sedikit demi sedikit, tahap demi setahap harus mulai kita hilangkan. Ga boleh lagi kita hanya jadi tukang tangkap ikan. Ndak. Harus ada industri pengolahan di sini,” ujarnya.

Baca Juga: Menko Airlangga: KEK Gresik Akan Perkuat Hilirisasi dan Ekspor

Jokowi mengatakan, bahwa booming komoditas tertentu harus dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan nilai tambah. Presiden mencontohkan, seperti saat booming kayu hanya tebang, tebang, tebang tapi engga ada industri perkayuan, tidak ada industri permebelan.

“Sehingga nilai tambahnya juga kita kehilangan kesempatan itu. Sekali lagi kita harus menghasilkan produk yang mempunyai nilai tambah tinggi, yang mengkombinasikan antara pemanfaatan kekayaan alam dengan kearifan dengan teknologi yang melestarikan,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Bahlil Cerita Asal Usul...
Bahlil Cerita Asal Usul Rencana Pungutan Ekspor Nikel, Pengusaha Setengah Hati Bangun Hilirisasi
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Rekomendasi
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Infografis
UU DKJ Diteken Jokowi,...
UU DKJ Diteken Jokowi, Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved