Menko Airlangga: KEK Gresik Akan Perkuat Hilirisasi dan Ekspor
Selasa, 12 Oktober 2021 - 15:45 WIB
loading...
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Joko Widodo di acara groundbreaking KEK Gresik, Selasa (12/10/2021). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Dalam rangka percepatan pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia, pemerintah telah menetapkan 19 kawasan ekonomi khusus ( KEK ) di seluruh Indonesia. Pemerintah mencatat, komitmen investasi di 19 KEK berkembang mencapai Rp92,9 triliun dengan realisasi investasi sebesar Rp54,6 triliun.
Investasi tersebut berasal dari penambahan jumlah pelaku usaha di KEK menjadi sebanyak 167 pelaku usaha yang telah meningkatkan jumlah lapangan kerja menjadi sebanyak 27.090 orang.
Baca Juga: Jokowi Groundbreaking Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia
Salah satu dari 4 KEK tambahan yang ditetapkan pemerintah adalah KEK Gresik yang terletak di Provinsi Jawa Timur. KEK yang ditetapkan pada 28 Juni 2021 melalui PP No 71 Tahun 2021 ini memiliki lahan luas total 2.167 ha, dengan target nilai investasi dalam 5 tahun pertama sebesar Rp71 triliun.
Kegiatan utama dari KEK Gresik meliputi industri metal (smelter), industri elektronik, industri kimia, industri energi dan logistik. PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan anchor tenant KEK Gresik dengan investasi pembangunan smelter mencapai Rp42 triliun dengan off takers ekspor maupun domestik.
Kapasitas smelter yang dibangun ini nantinya mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahunnya. Ini merupakan kapasitas single line pengolahan tembaga terbesar di dunia.
Investasi tersebut berasal dari penambahan jumlah pelaku usaha di KEK menjadi sebanyak 167 pelaku usaha yang telah meningkatkan jumlah lapangan kerja menjadi sebanyak 27.090 orang.
Baca Juga: Jokowi Groundbreaking Pembangunan Smelter Terbesar di Dunia
Salah satu dari 4 KEK tambahan yang ditetapkan pemerintah adalah KEK Gresik yang terletak di Provinsi Jawa Timur. KEK yang ditetapkan pada 28 Juni 2021 melalui PP No 71 Tahun 2021 ini memiliki lahan luas total 2.167 ha, dengan target nilai investasi dalam 5 tahun pertama sebesar Rp71 triliun.
Kegiatan utama dari KEK Gresik meliputi industri metal (smelter), industri elektronik, industri kimia, industri energi dan logistik. PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan anchor tenant KEK Gresik dengan investasi pembangunan smelter mencapai Rp42 triliun dengan off takers ekspor maupun domestik.
Kapasitas smelter yang dibangun ini nantinya mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahunnya. Ini merupakan kapasitas single line pengolahan tembaga terbesar di dunia.
Lihat Juga :