Dukung Pembiayaan Petani OJK Inisiasi KUR Berbasis Klaster
Kamis, 14 Oktober 2021 - 07:25 WIB
loading...
KUR berbasis klaster permudah petani akses pembiayaan. Foto/YorriFarli/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) dan industri jasa keuangan terus berusaha memperluas akses keuangan bagi petani. Salah satu wujudnya melalui pembentukan ekosistem pembiayaan kredit usaha rakyat ( KUR ) klaster sektor pertanian dan peternakan.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa OJK telah menginisiasi KUR berbasis klaster dengan skema value chain management di berbagai daerah di Indonesia. Skema KUR klaster ini dikembangkan untuk mendukung pendanaan kepada seluruh ekosistem secara lengkap dari hulu ke hilir.
Baca juga: Optimalisasi Pusat Inkubasi Bisnis di Lingkungan Kampus
“Program ekosistem KUR klaster ini diharapkan mampu membantu para petani memperoleh dukungan pembiayaan, pendampingan, hingga pemasaran atas hasil pertaniannya," kata Wimboh dalam keterangan resmi, Kamis (14/10/2021).
Selain itu, lanjutnya, KUR klaster ini juga dapat membantu pertumbuhan sektor pertanian dengan memiliki produktivitas yang tinggi dan mempunyai nilai tambah bagi masyarakat dan dapat menyerap tenaga kerja di daerah serta menjadi salah satu komoditas ekspor.
Seperti di Gorontalo. Wimboh menjelaskan, khusus di provinsi itu skema KUR klaster diterapkan untuk pengembangan sektor pertanian padi dan jagung (bohusami ba kobong) serta peternakan sapi (bohusami ba ternak).
"Pelaksanaan skema ini juga didukung partisipasi pembiayaan dari beberapa bank dan juga akan bekerja sama dengan beberapa koperasi yang dimiliki petani," bebernya.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa OJK telah menginisiasi KUR berbasis klaster dengan skema value chain management di berbagai daerah di Indonesia. Skema KUR klaster ini dikembangkan untuk mendukung pendanaan kepada seluruh ekosistem secara lengkap dari hulu ke hilir.
Baca juga: Optimalisasi Pusat Inkubasi Bisnis di Lingkungan Kampus
“Program ekosistem KUR klaster ini diharapkan mampu membantu para petani memperoleh dukungan pembiayaan, pendampingan, hingga pemasaran atas hasil pertaniannya," kata Wimboh dalam keterangan resmi, Kamis (14/10/2021).
Selain itu, lanjutnya, KUR klaster ini juga dapat membantu pertumbuhan sektor pertanian dengan memiliki produktivitas yang tinggi dan mempunyai nilai tambah bagi masyarakat dan dapat menyerap tenaga kerja di daerah serta menjadi salah satu komoditas ekspor.
Seperti di Gorontalo. Wimboh menjelaskan, khusus di provinsi itu skema KUR klaster diterapkan untuk pengembangan sektor pertanian padi dan jagung (bohusami ba kobong) serta peternakan sapi (bohusami ba ternak).
"Pelaksanaan skema ini juga didukung partisipasi pembiayaan dari beberapa bank dan juga akan bekerja sama dengan beberapa koperasi yang dimiliki petani," bebernya.
Lihat Juga :