Bisnis Melejit, Bos-Bos Perusahaan Teknologi Kian Tajir saat Pandemi

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 07:27 WIB
loading...
A A A
Mereka menyebutkan bahwa 19 miliarder mengalami kenaikan kekayaan lebih dari 200%, dan kekayaan 48 miliarder meningkat lebih dari 100%.

Misalnya, Bom Kim, miliarder AS yang mendirikan e-commerce Coupang berbasis di Seoul, Korea Selatan, mengalami kenaikan 670% hingga USD7,7 miliar. Keuntungan besar itu dikarenakan penjualan saham perdana atau IPO pada awal Maret lalu yang menghasilkan USD11 miliar.

Kemudian, Dan Gilbert, pemilik Quicken Loans, mengalami kenaikan 642% atau menambah kekayaan USD41,7 miliar. Selanjutnya, Ernest Garcia II mampu mengalami peningkatan kekayaan hingga 567% atau USD13,6 miliar karena menjadi pemegang saham terbesar Carvana, raksasa finansial dalam penjualan mobil secara online.

Selain itu, Eric Yuan, pendidi Zoom, juga mengalami kenaikan kekakayan hingga USD8,4 miliar selama pandemi atau sebesar 153% pada Maret 2021. Sedangkan Elon Musk mengalami pertumbuhan kekayaan USD559% atau setara USD137,5 miliarder dan menjadi orang kedua terkaya di AS.

Adapun kekayaan Evan Spiegel, pendiri Snapchat, tumbuh 490% atau USD9,3 miliar. Selanjutnya, Jack Dorsey, pendiri Twitter dan Square, aplikasi pembayaran untuk bisnis berskala kecil dan menengah, mendapatkan kenaikan kekayaan 396% atau USD10,3%.

"Itu sepertinya para miliarder mendapatkan keuntungan ketika dunia kehilangan lebih setengah juta nyawa dan jutaan orang kehilangan kekayaan, kesehatan, dan pekerjaan," kata Chuck Dollins, direktur program ketidakseteraan di IPS.

Frank Clemente, direktur Americans for Tax Fairness menambahkan, kesenjangan pendapatan akibat pandemi seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintahan.

Pakar kecerdasan buatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mark Minevech dan Irakli Beridze mengatakan teknologi menjadi salah satu pengendali terbesar dalam pembangunan seiring dengan meningkatnya ekonomi digital secara global, terutama saat pandemi Covid-19.

"Teknologi baru dan internet menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan kesehatan, dan lingkungan di seluruh dunia," kata mereka dilansir The Hill.

Teknologi juga menciptakan ekonomi lebih inklusif dan berkontribusi dalam menciptakan pekerjaan lebih baik serta memperkuat kesejahteraan secara global. Dengan kata lain, teknologi memiliki esensi untuk menjadi motor perubahan turbo untuk menjadi dunia lebih baik dan memiliki masa depan yang berkelanjutan.

Disrupsi yang terjadi karena pandemi justru meningkatkan kesempatan inovasi yang lebih beragam dan transformatif. Diperlukan kebijakan dari pemerintah dan sektor swasta untuk menyambut era baru tersebut.

"Negara di dunia harus menerapkan strategi yang mampu fokus pada teknologi, seperti membuat kebijakan tentang penerapan kecerdasan buatan," ujar Minevech dan Beridze.

Kemudian, penciptaan kekayaan itu memang terjadi di tengah krisis ekonomi akibat pandemi. “Pandemi memiliki dampak jangka pendek yang akut pada pasar global, tetapi itu berbalik pada akhir Juni 2020,” kata Anthony Shorrocks, ekonomi dan peneliti Global Wealth Report yang dirilis Credit Suisse, dilansir BBC.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
Daftar Teratas Keluarga...
Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun
Gara-gara AI, Jumlah...
Gara-gara AI, Jumlah Miliarder Dunia Bakal Meledak 25%! Anda Termasuk?
Harta Kekayaan Taipan...
Harta Kekayaan Taipan ASEAN Lenyap Rp1.000 Triliun Imbas Perang Iran
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Rekomendasi
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Berita Terkini
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Infografis
Putin Nonton Konser...
Putin Nonton Konser saat Pesawat Jatuh Diduga Tewaskan Bos Wagner
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved