Bisnis Melejit, Bos-Bos Perusahaan Teknologi Kian Tajir saat Pandemi

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 07:27 WIB
loading...
A A A
Kenaikan kekayaan pada orang dewasa memang meningkat pada 2020 hingga 2021. Shorrocks mengatakan, jika aset terus meningkat, seperti harga rumah dipindahkan dari analisis, maka jumlah orang kaya mungkin akan mengalami penurunan.

“Aset keuangan memang tidak terlalu dominasi, tetapi kekayaan cenderung mengalami regresi,” katanya. Selain itu, tingkat suku bunga yang naik yang menunjukkan kenaikan.

Sementara itu, Global Wealth Report melaporkan kekayaan secara global naik 7,4% selama pandemi. Sejak abad 21, jumlah orang yang memiliki kekayaan antara USD10.000 hingga USD100.000 meningkat tiga kali lipat dari 507 juta pada 2000 hingga 1,7 miliar pada pertengahan 2020.

“Peningkatan tersebut seiring terjadi penguatan kesejahteraan di negara yang sedang tumbuh seperti China dan perluasan kelas menengah di negara berkembang,” demikian keterangan Global Wealth Report.

Dalam pandangan Melissa Leach, Direktur Institute of Development Studies, lembaga penelitian berbasis di Inggris, pandemi Covid-19 merupakan suatu hal yang unik karena memiliki dampak yang berbeda kepada populasi yang berbeda-beda di dunia.

"Epidemi selalu menjadi cermin bagi masyarakat. Itu juga mampu mengungkap dunia yang semakin tidak setara," ujarnya dilansir NBC News.

Dia mengatakan, semua pihak melihat semakin banyak orang kaya yang jumlahnya sangat sedikit. Tetapi, semakin banyak orang yang bertambah miskin.

"Itu menunjukkan perlu penguatan fungsi demokrasi dan kebijakan ekonomi yang lebih terarah," paparnya.

Di saat krisis pandemi korona, para miliarder justru tampak senang dan bahagia. Mereka tidak khawatir. "Klien kita tidak panik ketika musim penjualan menurun," kata Sergio Ermotti, kepala eksekutif UBS kepada Financial Times.

Selama pandemi, kebanyakan pola pikir miliader adalah tidak menjual aset mereka. "Jika kamu panik dan menjual pada Februari dan awal Maret 2020, itu akan menjadi hal sulit untuk bangkit karena pasar sudah ulih dengan cepat," kata Nicole Curti, kepada penasehat kekayaan Stanhope Capitial di Swiss.

Dia mencontoh dua miliarder yang menjadi kliennya, seorang miliader menjual sebagian aset bisnisnya selama pandemi. Sedangkan satu miliarder memilih menahan diri. Justru miliarder yang tidak menjual asetnya berkembang pesat.

"Masa pandemi memang penuh dengan emosional, tetapi perlu menjaga performa agar tetap berinvestasi," paparnya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Trump Bawa Pasukan Miliarder...
Trump Bawa Pasukan Miliarder Terkaya Rp15.097 Triliun ke China, Apa Misinya ke Beijing?
Daftar Teratas Keluarga...
Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun
Gara-gara AI, Jumlah...
Gara-gara AI, Jumlah Miliarder Dunia Bakal Meledak 25%! Anda Termasuk?
Harta Kekayaan Taipan...
Harta Kekayaan Taipan ASEAN Lenyap Rp1.000 Triliun Imbas Perang Iran
Berita Duka! Bos Group...
Berita Duka! Bos Group Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Roket Blue Origin Meledak...
Roket Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Kemunduran Terbaru bagi Miliarder Jeff Bezos
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Rekomendasi
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik BGN Andri Mulyono Jadi Tersangka
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Kelelawar Akan Selamatkan...
Kelelawar Akan Selamatkan Manusia saat Pandemi Baru Hadir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved