Perusahaan Pembiayaan Buka Keran Rp200 Triliun untuk Restrukturisasi Kredit
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 09:26 WIB
loading...
A
A
A
Suwandi menambahkan, kebijakan restrukturisasi kredit ini juga memberikan dampak positif pada kinerja perusahaan pembiayaan.
"Dengan restrukturisasi ini membuat perusahaan pembiayaan lebih baik dari kualitas aset sehingga pertumbuhan laba di Juni 2021 sekitar 131% (yoy), dan proyeksi dari APPI sampai akhir tahun 2021 kita masih minus tapi semakin kecil sekitar minus 1-3%," tutut Suwandi.
Baca juga: Lepas 30 Santri Mendaki 5 Gunung, PPP Harap Teladani Spirit Resolusi Jihad
Sementara dari sisi rasio NPF, Ketum APPI menerangkan NPF perusahaan pembiayaan tetap terkendali dan menunjukkan perbaikan. Pada Juni 2021 tercatat 3,96%, lebih baik dibandingkan 2020 yang sebesar 4,01%.
Kemudian untuk NPF netto masih sangat terkendali dengan angka dibawah 1,5% dan BOPO sebesar 82% di Juni 2021.
"Dengan restrukturisasi ini membuat perusahaan pembiayaan lebih baik dari kualitas aset sehingga pertumbuhan laba di Juni 2021 sekitar 131% (yoy), dan proyeksi dari APPI sampai akhir tahun 2021 kita masih minus tapi semakin kecil sekitar minus 1-3%," tutut Suwandi.
Baca juga: Lepas 30 Santri Mendaki 5 Gunung, PPP Harap Teladani Spirit Resolusi Jihad
Sementara dari sisi rasio NPF, Ketum APPI menerangkan NPF perusahaan pembiayaan tetap terkendali dan menunjukkan perbaikan. Pada Juni 2021 tercatat 3,96%, lebih baik dibandingkan 2020 yang sebesar 4,01%.
Kemudian untuk NPF netto masih sangat terkendali dengan angka dibawah 1,5% dan BOPO sebesar 82% di Juni 2021.
(uka)
Lihat Juga :