Akseleran Siapkan Strategi Mitigasi Risiko Kredit di Masa New Normal
Rabu, 03 Juni 2020 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Christopher menjelaskan, setidaknya ada tiga strategi yang diberlakukan Akseleran. Pertama, katanya, Akseleran melakukan pengetatan dalam penilaian kredit terhadap calon peminjam termasuk melakukan penilaian menyeluruh tentang dampak Covid-19 pada bisnis mereka. Kedua, pemantauan portofolio yang berkelanjutan, dan ketiga penerapan asuransi kredit yang berkelanjutan.
Dari situ, dia mengaku, tetap optimistis tingkat NPL Akseleran dapat tetap terjaga di bawah 1% hingga akhir tahun 2020. Christopher mengungkapkan, hingga akhir Mei 2020, tingkat NPL Akseleran masih terjaga stabil dengan berada di angka 0,67% dari total penyaluran pinjaman usaha atau mengalami penurunan sebesar 0,03% dibandingkan NPL pada akhir April 2020.
"Kami terus menerus belajar dari pengalaman sebelumnya untuk selalu konsisten meningkatkan kualitas kredit di Akseleran. Khusus selama masa pandemi Covid-19, kami meningkatkan credit underwriting standard kami lagi dimana kami lebih memilih untuk membiayai invoice financing dibandingkan receivable financing meskipun bukan berarti receivable financing tidak bisa," jelasnya.
Harapannya, dengan meningkatkan fokus penyaluran menjadi invoice financing, risiko kredit yang ada menjadi lebih kecil sehingga terlihat dalam dua bulan terakhir outstanding dan penyaluran invoice financing di Akseleran lebih besar daripada PO Financing, yang artinya mitigasi risiko yang baru tersebut sudah terimplementasi dengan baik.
Dia mengharapkan, dengan memasuki fase new normal di Juni, maka sudah ada peningkatan penyaluran pinjaman yang cukup signifikan. "Kami mendukung apa yang pemerintah lakukan, ini bagus untuk tumbuhnya kembali dunia usaha dan berharap adanya kenaikan penyaluran pinjaman usaha di Akseleran sekitar 35% pada Juni yang akan terus belanjut sampai dengan akhir tahun dengan harapan lainnya agar tidak ada gelombang kedua dari pandemi Covid-19," pungkas Christopher.
Dari situ, dia mengaku, tetap optimistis tingkat NPL Akseleran dapat tetap terjaga di bawah 1% hingga akhir tahun 2020. Christopher mengungkapkan, hingga akhir Mei 2020, tingkat NPL Akseleran masih terjaga stabil dengan berada di angka 0,67% dari total penyaluran pinjaman usaha atau mengalami penurunan sebesar 0,03% dibandingkan NPL pada akhir April 2020.
"Kami terus menerus belajar dari pengalaman sebelumnya untuk selalu konsisten meningkatkan kualitas kredit di Akseleran. Khusus selama masa pandemi Covid-19, kami meningkatkan credit underwriting standard kami lagi dimana kami lebih memilih untuk membiayai invoice financing dibandingkan receivable financing meskipun bukan berarti receivable financing tidak bisa," jelasnya.
Harapannya, dengan meningkatkan fokus penyaluran menjadi invoice financing, risiko kredit yang ada menjadi lebih kecil sehingga terlihat dalam dua bulan terakhir outstanding dan penyaluran invoice financing di Akseleran lebih besar daripada PO Financing, yang artinya mitigasi risiko yang baru tersebut sudah terimplementasi dengan baik.
Dia mengharapkan, dengan memasuki fase new normal di Juni, maka sudah ada peningkatan penyaluran pinjaman yang cukup signifikan. "Kami mendukung apa yang pemerintah lakukan, ini bagus untuk tumbuhnya kembali dunia usaha dan berharap adanya kenaikan penyaluran pinjaman usaha di Akseleran sekitar 35% pada Juni yang akan terus belanjut sampai dengan akhir tahun dengan harapan lainnya agar tidak ada gelombang kedua dari pandemi Covid-19," pungkas Christopher.
(fai)
Lihat Juga :