Dari IATA hingga Sampoerna, Ini Daftar 10 Saham Tercuan
Senin, 18 Oktober 2021 - 23:26 WIB
loading...
Penguatan IHSG sebesar 0,38% di level 6.658 pada penutupan perdagangan hari ini membuat 324 emiten ikut terdongkrak naik. Foto/Dok SINDonews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,38% di level 6.658 pada penutupan perdagangan hari ini membuat 324 emiten ikut terdongkrak naik.
Dari ratusan emiten tersebut, 10 diantaranya menduduki peringat teratas dengan kenaikan yang cukup signifikan. Adapun sejumlah emiten dari sektor transportasi, properti, hingga konsumer non-siklikal mengalami lonjakan harga di atas 15 persen.
Baca juga: Ini 5 Saham yang Banyak Diborong dan Diobral Investor Asing
Peringkat pertama dicapai oleh PT Indonesia Transport & Insfrastructure Tbk (IATA) yang bangkit dari saham harga '50'an naik ke level 67. Sebagai catatan, belum lama ini IATA menandatangani nota kesepahaman untuk mengakuisisi PT MNC Energi dari PT MNC Investama Tbk (BHIT) sebagai pemegang saham mayoritas.
Setelah transaksi, IATA akan menjadi entitas induk untuk seluruh perusahaan batu bara MNC Group. Rencana transaksi tersebut merupakan langkah strategis bagi IATA untuk memanfaatkan momentum yang timbul dari lonjakan harga komoditas batu bara yang berkelanjutan.
Baca juga: IATA Masuk Bisnis Energi, Rencanakan Akuisisi Perusahaan Tambang Batu Bara
Dari ratusan emiten tersebut, 10 diantaranya menduduki peringat teratas dengan kenaikan yang cukup signifikan. Adapun sejumlah emiten dari sektor transportasi, properti, hingga konsumer non-siklikal mengalami lonjakan harga di atas 15 persen.
Baca juga: Ini 5 Saham yang Banyak Diborong dan Diobral Investor Asing
Peringkat pertama dicapai oleh PT Indonesia Transport & Insfrastructure Tbk (IATA) yang bangkit dari saham harga '50'an naik ke level 67. Sebagai catatan, belum lama ini IATA menandatangani nota kesepahaman untuk mengakuisisi PT MNC Energi dari PT MNC Investama Tbk (BHIT) sebagai pemegang saham mayoritas.
Setelah transaksi, IATA akan menjadi entitas induk untuk seluruh perusahaan batu bara MNC Group. Rencana transaksi tersebut merupakan langkah strategis bagi IATA untuk memanfaatkan momentum yang timbul dari lonjakan harga komoditas batu bara yang berkelanjutan.
Baca juga: IATA Masuk Bisnis Energi, Rencanakan Akuisisi Perusahaan Tambang Batu Bara
Lihat Juga :