Kabar Baik dari BI: Ekonomi Domestik Terus Membaik
Selasa, 19 Oktober 2021 - 15:56 WIB
loading...
A
A
A
"Kinerja tersebut didukung peningkatan ekspor komoditas utama seperti CPO, batu bara, kimia organik, dan bijih logam, di tengah kenaikan impor terutama bahan baku seiring perbaikan ekonomi domestik," jelas Perry.
Baca Juga: Cerita Amien Rais Seputar Pelengseran Gus Dur pada 2001
Sementara, surplus neraca modal diprakirakan meningkat sejalan dengan masuknya aliran modal asing, baik penanaman modal asing maupun investasi portofolio. Pada triwulan III 2021, aliran investasi portofolio mencatat net inflows sebesar USD1,3 miliar dolar. Aliran investasi portofolio tersebut terus berlanjut dari tanggal 1 Oktober 2021 hingga 15 Oktober 2021 dengan mencatat inflows sebesar USD0,2 miliar.
"Posisi cadangan devisa pada akhir September 2021 juga meningkat menjadi sebesar USD146,9 miliar, setara dengan pembiayaan 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta melampaui standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," tambahnya.
Ke depan, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan lebih rendah dari prakiraan sebelumnya menjadi di kisaran 0,0%-0,8% dari PDB pada 2021, dan akan tetap rendah pada 2022, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia.
Baca Juga: Cerita Amien Rais Seputar Pelengseran Gus Dur pada 2001
Sementara, surplus neraca modal diprakirakan meningkat sejalan dengan masuknya aliran modal asing, baik penanaman modal asing maupun investasi portofolio. Pada triwulan III 2021, aliran investasi portofolio mencatat net inflows sebesar USD1,3 miliar dolar. Aliran investasi portofolio tersebut terus berlanjut dari tanggal 1 Oktober 2021 hingga 15 Oktober 2021 dengan mencatat inflows sebesar USD0,2 miliar.
"Posisi cadangan devisa pada akhir September 2021 juga meningkat menjadi sebesar USD146,9 miliar, setara dengan pembiayaan 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta melampaui standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," tambahnya.
Ke depan, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan lebih rendah dari prakiraan sebelumnya menjadi di kisaran 0,0%-0,8% dari PDB pada 2021, dan akan tetap rendah pada 2022, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia.
(fai)
Lihat Juga :