Membuka Jalan Produk UMKM ke Pasar Eropa lewat Ngborol Bareng Kang Dubes

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 14:24 WIB
loading...
A A A
Hal ini diakui Kang Azoo sebagai langkah awal untuk menembus pasar global, termasuk untuk dapat masuk ke pasar Eropa. Selain pasar global, PBA juga menggarap pasar domestik, lewat kerjasama dengan perusahaan logistik lokal KirimAja, layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital, yang merupakan salah satu perusahaan Garuda Indonesia Group.

Diharapkan dengan kerjasama tersebut dapat membantu para pelaku UMKM untuk mendistribusikan barangnya secara nasional. Melalui kerja sama-kerja sama tersebut, Kang Azoo menilai hal ini merupakan perkembangan yang cukup besar dan patut dibanggakan mengingat usia PBA yang baru menginjak satu tahun.

Hal tersebut dinyatakannya sebagai sebuah dorongan untuk meningkatkan komitmen dalam meningkatkan UMKM. “Semoga hal ini tetap bisa dipertahankan, membangun komitmen,” ucapnya, menutup sambutan yang ia berikan.

Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Luxemburg dan Uni Eropa, Andri Hadi menilai bahwa PBA telah menerapkan posisi yang sangat baik dalam konteks untuk mengembangkan dan memberdayakan para pelaku UMKM.

“Salut, Kang, untuk inisiatif ini dan segmen-segmen yang betul-betul menjadi salah satu alternatif pilihan untuk bisa mengembangkan perekonomian,” tegas Kang Andri.

Kang Andri, sapaan akrab Andri Hadi juga menambahkan, bahwa produk UMKM Indonesia memang memiliki potensi yang besar sekali khususnya apabila masuk ke pasar Eropa. Saat ini, produk ekspor UMKM Indonesia ke Belgia dan Belanda USD 131 juta ke Belgia, USD 150 juta ke Belanda dan beberapa ke Luxembourg Uni Eropa memilik pasar yang sangat besar, terdiri dari 27 negara dengan pasaran kurang lebih 510 juta orang.

Peluang yang sangat besar itu, nyatanya masih memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku UMKM Indonesia. Salah satu tantangannya adalah, market di negara Belgia dan Eropa dinilai sangat mendukung pola hidup ramah lingkungan, sehingga green produce dan green energy sangat diminati.

Oleh karenanya mereka sering menolak produk-produk yang tidak ramah lingkungan. Seperti misalnya, produk ekspor yang menggunakan bahan dasar palm oil sering diindikasikan sebagai produk yang tidak ramah lingkungan.

"Hal ini menjadi stigma, seolah-olah produk dari Indonesia yang menggunakan palm oil tidak ramah lingkungan,” paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amway Indonesia Perkuat...
Amway Indonesia Perkuat Komitmen Mendukung Keluarga Hidup Lebih Sehat dan Sejahtera
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Menjawab Tantangan Klasik...
Menjawab Tantangan Klasik UMKM, ACC Danaku Dukung Modal Pelaku Usaha Kuliner di Surabaya
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Rekomendasi
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved