Keterisian Pesawat Boleh 100%, Pengamat: Percuma kalau PCR Mahal
Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:01 WIB
loading...
Penumpang pesawat kini wajib tes PCR. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah yang mengizinkan load factor atau jumlah keterisian pesawat hingga 100% dinilai percuma apabila syarat perjalanan seperti kewajiban tes PCR masih mahal.
Pengamat penerbangan Gatot Raharjo menyatakan, kebijakan tersebut perlu dikaji ulang. Pasalnya, syarat wajib tes PCR menjadikan ongkos naik pesawat menjadi jauh lebih mahal dibanding moda transportasi lain.
"Ya sebaiknya kebijakan itu dikaji ulang karena kalau biaya untuk terbang besar, yang mau terbang kan juga berkurang," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Minggu (24/10/2021).
Baca juga: Catat! Mulai Hari Ini Naik Pesawat di Jawa-Bali Wajib Tes PCR
Menurut dia, load factor yang diizinkan sebanyak 70-100% mustahil untuk terisi penuh jika harga PCR masih bertengger pada kisaran Rp500.000-an. "Sebenarnya bisa kalau jumlah penerbangan dikurangi, misalnya dari 3 penerbangan jadi 1 penerbangan. Tapi, bagaimana dengan rute yang hanya punya slot 1 penerbangan?" tukasnya.
Pengamat penerbangan Gatot Raharjo menyatakan, kebijakan tersebut perlu dikaji ulang. Pasalnya, syarat wajib tes PCR menjadikan ongkos naik pesawat menjadi jauh lebih mahal dibanding moda transportasi lain.
"Ya sebaiknya kebijakan itu dikaji ulang karena kalau biaya untuk terbang besar, yang mau terbang kan juga berkurang," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Minggu (24/10/2021).
Baca juga: Catat! Mulai Hari Ini Naik Pesawat di Jawa-Bali Wajib Tes PCR
Menurut dia, load factor yang diizinkan sebanyak 70-100% mustahil untuk terisi penuh jika harga PCR masih bertengger pada kisaran Rp500.000-an. "Sebenarnya bisa kalau jumlah penerbangan dikurangi, misalnya dari 3 penerbangan jadi 1 penerbangan. Tapi, bagaimana dengan rute yang hanya punya slot 1 penerbangan?" tukasnya.
Lihat Juga :