Geber Transformasi Digital, Transaksi e-Commerce Unilever Tumbuh 2 Kali Lipat

Senin, 25 Oktober 2021 - 14:53 WIB
loading...
Geber Transformasi Digital,...
Unilever Indonesia berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4,4 triliun. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di tengah perlambatan penjualan domestik sebesar 7,4% pemain industri mesti jeli untuk melihat celah pasar baru yang masih tumbuh. Dibutuhkan strategi inovatif yang berani untuk memanfaatkan peluang baru yang terbentuk selama masa pandemi termasuk fokus pada inovasi produk dan penjualan digital.

Analis Ciptadana Sekuritas Muhammad Fariz memprediksi bahwa perusahaan-perusahaan yang strateginya fokus pada penguatan e-commerce akan menuai hasil dalam beberapa tahun ke depan, salah satunya Unilever Indonesia

"Saat ini, strategi Unilever di lini e-commerce sudah berjalan dengan growth sebesar dua kali lipat dalam kurun 2 tahun terakhir. Kontribusi pendapatan e-commerce dari total pemasukan Unilever sudah berada di rentang 4-5%, dalam 5 tahun mendatang seharusnya bisa hingga 10%," ujar Fariz kepada media, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Mantan Petinggi Gojek Ditarik ke Unilever, Intip Jabatannya

Di sisi lain, pengaruh tingginya harga komoditas akbat inflalsi masih akan menjadi perhatian perusahaan mengingat akan berpengaruh terhadap bahan baku produk.

"Komoditas global memang tidak bisa di kontrol dan harganya naik sangat kencang. Harga bahan baku masih akan menjadi pinching factor bagi gross margin perusahaan FMCG. Jadi kunci bertahannya di efisiensi dan terus mendorong pertumbuhan pangsa pasar," kata dia.

Fariz menambahkan dengan penambahan volume dan pangsa pasar maka perseroan bisa tetap profit. Tapi pada titik tertentu diprediksi akan terjadi kenaikan harga yang dibebankan ke konsumen untuk menopang kinerja positif perseoran.

Diyakini bahwa tahun 2022 akan jadi tahun yang tepat untuk melakukan koreksi harga jual konsumen mengingat tahun depan kondisi pandemi sudah semakin terkendali. "Sebab itu, pilihan strategi perseroan untuk memperbanyak portofolio produk juga sudah tepat, terutama di segmen premium," kata dia.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti ada lima strategi prioritas Unilever Indonesia di tahun 2022 untuk meningkatan pertumbuhan yaitu, memperkuat dan unlock potensi penuh dari brand-brand besar dan produk utama melalui inovasi yang terdepan dan menstimulasi konsumsi konsumen, memperluas dan memperkaya portfolio ke value dan premium segment, memperkuat kepemimpinan di channel utama dan channel masa depan, memimpin di digital & data driven capabilities dan tetap menjadi yang terdepan dalam penerapan bisnis yang berkelanjutan.

Ira menegaskan bahwa perseroan memilih bauran strategi yang terintegrasi terebut dengan inovasi dan perluasan cakupan potensi konsumen di pasar digital, didukung dengan otomasi dalam sistem operasi yang berbasis data. "Harapannya Unilever bisa lebih menjawab kebutuhan pasar, dan tetap kompetitif," kata dia.

Baca Juga: Unilever Indonesia Cetak Laba Bersih Rp3 Triliun di Kuartal II 2021

Di samping itu, pihaknya juga mewaspadai gejolak inflasi pada Kuartal III 2021 dengan tetap menjaga daya beli masyarakat agar tetap mampu menjangkau produk-produk Unilever. Pasalnya di Kuartal III siatuasi masih akan menantang.

"Kami optimistis bahwa dengan strategi kami, Perseroan sudah di jalur yang tepat untuk kembali menuju pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan. Kami berharap bahwa situasi akan terus membaik, perekonomian Indonesia akan kembali bangkit, demikian pula halnya dengan Perseroan," kata Ira.

Berdasarkan laporan perusahaan, Unilever Indonesia berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4,4 triliun dan menjalankan berbagai upaya untuk menjaga momentum positif, termasuk sudah lima strategi prioritas untuk 2022. Tidak hanya itu perusahaan juga terus memperkuat kepemimpinan di e-commerce dan perluasan portfolio menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
CASH Fokus Perkuat Fundamental...
CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital
Lindungi Konsumen dan...
Lindungi Konsumen dan Literasi Digital, Blibli Luncurkan JEDA
Lowongan Unilever Future...
Lowongan Unilever Future Leaders Programme 2026 Dibuka, Fresh Graduate dan Profesional Muda Bisa Daftar
Transaksi Digital Melonjak...
Transaksi Digital Melonjak Jelang Lebaran, Menguji Kesiapan Sistem TI Perusahaan
Rekomendasi
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Susu Kecoa Diklaim Peneliti...
Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved