Laba Bank BRI Melesat 34,74% Jadi Rp19,07 Triliun di Kuartal III 2021
Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Sunarso menambahkan, secara kualitas BRI bisa menjaga rasio non performing loan (NPL) di level 3,28%. Dengan pencadangan NPL atau NPL Coverage mencapai 252,94%. Pencadangan itu ditetapkan dengan pertimbangan restrukturisasi yang terus melandai.
Adapun himpunan dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp 1.135,31 triliun dalam sembilan bulan pertama 2021. Nilai itu ditopang oleh dana murah atau current account and saving account (CASA) sebanyak 59,60%. Biaya murah ini membuat biaya dana atau cost of fund turun menjadi 2,14%, nilai ini paling rendah sejak BRI berdiri.
Pencapaian ini membuat aset BRI naik 11,87% yoy menjadi Rp1.619,77 triliun. Sedangkan loan to deposit ratio (LDR) di level 83,27%. Adapun rasio kecukupan modal atau CAR di level 24,54%.
Baca Juga: Prospektus Right Issue Diterbitkan, BRI Optimistis Investor dan Pasar Menyambut Antusias
"Hal tersebut tercermin dari kinerja BRI secara konsolidasi hingga Kuartal III 2021. Salah satunya penyaluran kredit yang saat ini menjadi pilar dan menjadi isu yang sering dibahas di berbagai forum bahwa pertumbuhan ekonomi kita sangat terkait pada kemampuan perbankan menyalurkan kredit di masyarakat," katanya.
Adapun himpunan dana pihak ketiga (DPK) BRI mencapai Rp 1.135,31 triliun dalam sembilan bulan pertama 2021. Nilai itu ditopang oleh dana murah atau current account and saving account (CASA) sebanyak 59,60%. Biaya murah ini membuat biaya dana atau cost of fund turun menjadi 2,14%, nilai ini paling rendah sejak BRI berdiri.
Pencapaian ini membuat aset BRI naik 11,87% yoy menjadi Rp1.619,77 triliun. Sedangkan loan to deposit ratio (LDR) di level 83,27%. Adapun rasio kecukupan modal atau CAR di level 24,54%.
Baca Juga: Prospektus Right Issue Diterbitkan, BRI Optimistis Investor dan Pasar Menyambut Antusias
"Hal tersebut tercermin dari kinerja BRI secara konsolidasi hingga Kuartal III 2021. Salah satunya penyaluran kredit yang saat ini menjadi pilar dan menjadi isu yang sering dibahas di berbagai forum bahwa pertumbuhan ekonomi kita sangat terkait pada kemampuan perbankan menyalurkan kredit di masyarakat," katanya.
(nng)
Lihat Juga :