Pemberian Dana Talangan ke 12 BUMN Sempat Alot

Kamis, 04 Juni 2020 - 11:48 WIB
loading...
Pemberian Dana Talangan...
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menerangkan, pemberian dana talangan BUMN sempat alot dalam prosesnya sebelum disepakati. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan telah menyetujui pemberian dana talangan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendorong pemulihan kinerja perusahaan pelat merah yang terdampak pandemi COVID-19. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp52,57 Triliun untuk kemudian akan dikucurkan kepada 12 BUMN terdampak corona.

Namun Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menerangkan, pemberian dana talangan BUMN sempat alot dalam prosesnya sebelum disepakati. Pasalnya banyak BUMN yang terdampak dan membutuhkan dana talangan.

"Intinya, Kemenkeu itu reform yang sedang terjadi. Nah khusus covid ini diskusi cukup alot adalah bagaimana kita defisnisikan BUMN yang memang terdampak covid. Baik dari sisi suplai, demand, operasional serta dampak finansialnya, kalau ada pembatasan jelas operasional terdampak maka diperlukan program penanggulamgan covid," kata Febrio di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

(Baca Juga: Menkeu Gelontorkan Dana Rp52,57 Triliun untuk 12 BUMN )

Dia melanjutkan pemberian dana talangan BUMN ini sudah melibatkan Menteri BUMN Erick Thohir yang memulai prgram reform di perseroan. Lalu skema yang dibuat Erick sendiri adalah mereka terbagi segmentasi.

"Karena pangsa pasar tinggi, lalu daya tarik pasar tinggi dengan kinerja maka ada lima BUMN yang bagus dan tetap didorong. Lalu ada 8 BUMN yang butuh transformasi, dengan pangsa pasar daya tarif tinggi, tapi kinerja rendah dan ada potensi sistemik," katanya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan alasan pemberian dana talangan pada BUMN untuk mendukung kinerja perusahaan pelat merah yang memang terdampak pandemi Covid-19. Pemberian dana talangan akan dilakukan dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, supaya benar-benar tepat sasaran.

"Dan pemilihan 12 BUMN ini dianggap memiliki pengaruh yang besar terhadap hajat hidup masyarakat," ungkap Menkeu.

Adapun 12 BUMN yang menerima dana talangan pemerintah tersebut sebagai berikut:

1. PT PLN mendapatkan dana pemerintah untuk membayar perpanjangan subsidi diskon listrik, mendapat PMN, dan kompensasi dari piutang pemerintah yang secara akumulasi mencapai Rp45,4 triliun.

2. PT Hutama Karya mendapatkan tambahan PMN Rp7,5 triliun dari sebelumnya Rp3,5 triliun, sehingga total Rp11 triliun.

3. PT KAI mendapatkan tambahan dana talangan Rp3,5 triliun.

4. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) mendapatkan PMN sebesar Rp6 triliun untuk program penjaminan kredit modal kerja darurat. Selain itu, BPUI akan mendapat PMN nontunai Rp268 miliar.

5. PTPN akan mendapatkan dana talangan pinjaman modal kerja. Menkeu masih menyisir jumlah dana talangan yang akan diberikan kepada PTPN.

6. PT Permodalan Nasional Madani akan mendapatkan tambahan PMN dari Rp1 triliun menjadi Rp2,5 triliun. Tujuannya untuk penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi) dan kredit mekaar dengan pinjaman di bawah Rp10 juta.

7. PT Garuda Indonesia. Skema bantuan dari pemerintah untuk BUMN ini masih dikaji oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

8. PT Krakatau Steel. Sama seperti Garuda, skema bantuannya masih dikaji Menteri BUMN.

9. PT Perumnas akan mendapatkan dana bantuan Rp659 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved