Gandeng Kanada, Indonesia Tingkatkan Daya Saing UMKM
Minggu, 31 Oktober 2021 - 08:20 WIB
loading...
Pemerintah terus meningkatkan daya saing UMKM. Foto/ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menyadari pentingnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian, pemerintah pusat melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas dan daya saing UMKM. Antara lain melalui UU Cipta Kerja yang memberikan berbagai kemudahan bagi para pengusaha mikro dan kecil untuk pengembangan usahanya.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memandang penting untuk belajar dari negara-negara lain dalam hal perbaikan ekosistem dan daya saing UMKM. Bekerja sama dengan Proyek NSLIC/NSELRED (proyek yang didanai Global Affairs Canada/GAC), Kemenko Perekonomian menggelar diskusi berbagi pembelajaran antar-negara secara daring.
Baca juga: Omzet Capai Rp200 Juta per Bulan, Peternak Sapi di Lombok Barat Tambah Giat Usai Dapat KUR BRI
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa UU Cipta Kerja mengamanatkan tentang kemudahan, perlindungan, dan dan beberapa pemberdayaan UMKM, mulai dari perizinan, pendanaan, hingga pelatihan. Semua kemudahan tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya UMKM di Indonesia yang akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja.
Pembelajaran dari negara-negara maju menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, koordinasi antarpemangku kepentingan, dan koordinasi antartingkatan pemerintahan, baik pusat maupun daerah.
“Seluruh peserta akan dapat memperkaya wawasan dengan mendapatkan pembelajaran dari praktik terbaik internasional (international best practices) tentang peningkatan daya saing ekonomi yang diambil dari kebijakan yang telah dilaksanakan selama ini oleh beberapa negara anggota OECD,” kata Sesmenko Susiwijono, dalam keterangannya yang diterima, Minggu (31/10/2021).
Laporan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Bank Indonesia menunjukkan bahwa hambatan bagi UMKM berupa hambatan internal (akses keuangan, sumber daya manusia, legalitas dan akuntabilitas) dan hambatan eksternal (iklim usaha yang tidak mendukung, kurangnya dukungan infrastruktur dan akses bahan baku serta akses ke pasar internasional).
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memandang penting untuk belajar dari negara-negara lain dalam hal perbaikan ekosistem dan daya saing UMKM. Bekerja sama dengan Proyek NSLIC/NSELRED (proyek yang didanai Global Affairs Canada/GAC), Kemenko Perekonomian menggelar diskusi berbagi pembelajaran antar-negara secara daring.
Baca juga: Omzet Capai Rp200 Juta per Bulan, Peternak Sapi di Lombok Barat Tambah Giat Usai Dapat KUR BRI
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa UU Cipta Kerja mengamanatkan tentang kemudahan, perlindungan, dan dan beberapa pemberdayaan UMKM, mulai dari perizinan, pendanaan, hingga pelatihan. Semua kemudahan tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya UMKM di Indonesia yang akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja.
Pembelajaran dari negara-negara maju menunjukkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, koordinasi antarpemangku kepentingan, dan koordinasi antartingkatan pemerintahan, baik pusat maupun daerah.
“Seluruh peserta akan dapat memperkaya wawasan dengan mendapatkan pembelajaran dari praktik terbaik internasional (international best practices) tentang peningkatan daya saing ekonomi yang diambil dari kebijakan yang telah dilaksanakan selama ini oleh beberapa negara anggota OECD,” kata Sesmenko Susiwijono, dalam keterangannya yang diterima, Minggu (31/10/2021).
Laporan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Bank Indonesia menunjukkan bahwa hambatan bagi UMKM berupa hambatan internal (akses keuangan, sumber daya manusia, legalitas dan akuntabilitas) dan hambatan eksternal (iklim usaha yang tidak mendukung, kurangnya dukungan infrastruktur dan akses bahan baku serta akses ke pasar internasional).
Lihat Juga :