Cucu Luhut Masuk Jajaran Anak Muda Paling Berpengaruh Versi Forbes
Minggu, 31 Oktober 2021 - 20:00 WIB
loading...
Faye Hasian Simanjuntak ditetapkan sebagai salah satu anak muda paling berpengaruh versi Forbes Indonesia. Foto/IG FayeSimanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Forbes Indonesia memasukkan Faye Hasian Simanjuntak, cucu tertua Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan , dalam daftar jajaran Forbes '30 Under 30' kategori Social Entrepreneur dan Philanthropy 2020.
Masuknya Faye melengkapi sejumlah anak muda Indonesia yang dicatatkan Forbes sebagai anak muda paling berpengaruh.
Baca juga: Luhut Bertamu ke Kantor PM Inggris Boris Johnson di London, Ini yang Dibahas
Penghargaan diberikan lantaran Faye dinilai sukses mendirikan Rumah Faye, organisasi independen di Indonesia untuk anak-anak. Misinya membebaskan anak Indonesia dari perdagangan manusia, kekerasan, dan eksploitasi.
"Pada 2013, di usia 11 tahun Faye dan ibunya, Uli Panjaitan, meluncurkan @rumahfaye, sebuah organisasi yang memerangi pelecehan dan perdagangan seksual anak. Ketika dia baru berusia sembilan tahun, dia pertama kali mengetahui tentang masalah ini dan berapa banyak anak seusianya yang menjadi korban," tulis Forbes Indonesia melalui akun instagramnya, dikutip Minggu (31/10/2021).
Dari keterangan Website Rumah Faye, Faye dan rekannya menyusun salah satu artikel yang membahas perihal kekerasan seksual terhadap anak. Hal itu ditegaskan sebagai kejahatan luar biasa.
Di artikel yang sama, ditulis juga Indonesia melakukan amandemen Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak melalui UU Nomor 35 Tahun 2014 yang mengatur tentang perlindungan anak dari kekerasan seksual. Data yang dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Januari hingga Juli 2020 menunjukkan 2.556 anak menjadi korban kekerasan seksual.
Masuknya Faye melengkapi sejumlah anak muda Indonesia yang dicatatkan Forbes sebagai anak muda paling berpengaruh.
Baca juga: Luhut Bertamu ke Kantor PM Inggris Boris Johnson di London, Ini yang Dibahas
Penghargaan diberikan lantaran Faye dinilai sukses mendirikan Rumah Faye, organisasi independen di Indonesia untuk anak-anak. Misinya membebaskan anak Indonesia dari perdagangan manusia, kekerasan, dan eksploitasi.
"Pada 2013, di usia 11 tahun Faye dan ibunya, Uli Panjaitan, meluncurkan @rumahfaye, sebuah organisasi yang memerangi pelecehan dan perdagangan seksual anak. Ketika dia baru berusia sembilan tahun, dia pertama kali mengetahui tentang masalah ini dan berapa banyak anak seusianya yang menjadi korban," tulis Forbes Indonesia melalui akun instagramnya, dikutip Minggu (31/10/2021).
Dari keterangan Website Rumah Faye, Faye dan rekannya menyusun salah satu artikel yang membahas perihal kekerasan seksual terhadap anak. Hal itu ditegaskan sebagai kejahatan luar biasa.
Di artikel yang sama, ditulis juga Indonesia melakukan amandemen Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak melalui UU Nomor 35 Tahun 2014 yang mengatur tentang perlindungan anak dari kekerasan seksual. Data yang dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Januari hingga Juli 2020 menunjukkan 2.556 anak menjadi korban kekerasan seksual.
Lihat Juga :