Teknologi Blokchain Masuki Program Penanaman Pohon
Minggu, 31 Oktober 2021 - 22:45 WIB
loading...
Dengan teknologi blokchain penanaman pohon akan menguntungkan petani sekaligus investor. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indonesia akan berpartisipasi dalam menurunkan emisi CO2 di dunia sebanyak 29% sampai 40% pada 2030 nanti. Dari 29% itu, 17,2% akan disumbangkan dari sektor kehutanan .
Untuk bisa mewujudkan komitmen menurunkan CO2 sebesar 17,2%, salah satu upayanya adalah dengan menanam pohon. Semakin banyak tutupan hutan, dipastikan Indonesia akan mampu menyerap CO2 yang ada di lapisan atmosfer dan dikonversi menjadi oksigen.
Baca juga: Bioavtur J2.4, Seribu Langkah Kurangi Emisi Langit
Guna mendukung penanaman pohon, Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) bersama PT Green Gold Artha segera melaunching token Nusaku di dunia cryptocurency Indonesia. Koprabuh sendiri telah berpengalaman menanam pohon sejak 2006 dan memiliki akses nasional seluruh Indonesia berupa lahan milik petani yang siap ditanam pohon.
"Koprabuh sudah terbukti berhasil memecahkan rekor dunia, Guiness World Record pada November 2016 sebagai penanam pohon paling banyak di dunia," kata Yohanes Cianes Walean, dalam keterangannya Minggu (31/10/2021).
Menurut Yohanes, dengan digitalisasi maka program kerja penanaman pohon di seluruh lahan kosong di Indonesia akan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu juga dapat mencegah global warming dengan ikut serta dalam bisnis carbon trading yang validasi datanya sudah tercatat secara digital.
"Serta bisa menjangkau market investor yang lebih luas, yaitu seluruh dunia," tambah Yohanes.
Nusaku Cryptocurrency berkaitan langsung dengan penanaman pohon. Jadi berinvestasi di Nusaku berarti mengadopsi pohon yang ditanam petani Koprabuh, di lahan milik, bibit dari pembibitan sendiri, dirawat, dan bila mati diganti. Setiap pohon diberi nama pengadopsi yang disebut oxygenerator.
Seluruh data tanam pohon terkonfirmasi di blockchain sehingga menjadi cara terbaik untuk memastikan pohon tertanam dan dirawat. Petani mendapat untung, selain investor juga mendapat untung karena animo orang beli Nusaku sangat besar, seiring dengan keinginan berinvestasi sambil beramal menolong petani dan menghijaukan kembali Indonesia.
Baca juga: Sekjen PDIP: Jangan Bawa Kontestasi Pilpres Terlalu Awal, Kasihan Pak Jokowi
Dengan adanya tren baru dalam berinvestasi, Nusaku hadir dengan menggabungkan teknologi cyptocurency dengan proyek penanaman pohon. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam upaya pengurangan emisi di tahun 2030 (zero emisi) dan juga meningkatkan kesejahteraan para petani dan mitigasi perubahan iklim berbasis digital.
Proyek Nusaku ini memiliki tujuan, yaitu satu pohon setara dengan satu supply Nusaku dan untuk dapat mewujudkannya PT Green Gold Artha Buana akan menggunakan teknologi blockchain. Pembeli dapat membeli aset kripto dan sudah ikut serta dalam gerakan menanam pohon yang dilakukan Koprabuh.
Untuk bisa mewujudkan komitmen menurunkan CO2 sebesar 17,2%, salah satu upayanya adalah dengan menanam pohon. Semakin banyak tutupan hutan, dipastikan Indonesia akan mampu menyerap CO2 yang ada di lapisan atmosfer dan dikonversi menjadi oksigen.
Baca juga: Bioavtur J2.4, Seribu Langkah Kurangi Emisi Langit
Guna mendukung penanaman pohon, Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) bersama PT Green Gold Artha segera melaunching token Nusaku di dunia cryptocurency Indonesia. Koprabuh sendiri telah berpengalaman menanam pohon sejak 2006 dan memiliki akses nasional seluruh Indonesia berupa lahan milik petani yang siap ditanam pohon.
"Koprabuh sudah terbukti berhasil memecahkan rekor dunia, Guiness World Record pada November 2016 sebagai penanam pohon paling banyak di dunia," kata Yohanes Cianes Walean, dalam keterangannya Minggu (31/10/2021).
Menurut Yohanes, dengan digitalisasi maka program kerja penanaman pohon di seluruh lahan kosong di Indonesia akan meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu juga dapat mencegah global warming dengan ikut serta dalam bisnis carbon trading yang validasi datanya sudah tercatat secara digital.
"Serta bisa menjangkau market investor yang lebih luas, yaitu seluruh dunia," tambah Yohanes.
Nusaku Cryptocurrency berkaitan langsung dengan penanaman pohon. Jadi berinvestasi di Nusaku berarti mengadopsi pohon yang ditanam petani Koprabuh, di lahan milik, bibit dari pembibitan sendiri, dirawat, dan bila mati diganti. Setiap pohon diberi nama pengadopsi yang disebut oxygenerator.
Seluruh data tanam pohon terkonfirmasi di blockchain sehingga menjadi cara terbaik untuk memastikan pohon tertanam dan dirawat. Petani mendapat untung, selain investor juga mendapat untung karena animo orang beli Nusaku sangat besar, seiring dengan keinginan berinvestasi sambil beramal menolong petani dan menghijaukan kembali Indonesia.
Baca juga: Sekjen PDIP: Jangan Bawa Kontestasi Pilpres Terlalu Awal, Kasihan Pak Jokowi
Dengan adanya tren baru dalam berinvestasi, Nusaku hadir dengan menggabungkan teknologi cyptocurency dengan proyek penanaman pohon. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam upaya pengurangan emisi di tahun 2030 (zero emisi) dan juga meningkatkan kesejahteraan para petani dan mitigasi perubahan iklim berbasis digital.
Proyek Nusaku ini memiliki tujuan, yaitu satu pohon setara dengan satu supply Nusaku dan untuk dapat mewujudkannya PT Green Gold Artha Buana akan menggunakan teknologi blockchain. Pembeli dapat membeli aset kripto dan sudah ikut serta dalam gerakan menanam pohon yang dilakukan Koprabuh.
(uka)
Lihat Juga :