Bos SKK Migas Buka-bukaan Soal Nasib Industri Migas di Tengah Ancaman Transisi Energi

Senin, 01 November 2021 - 18:01 WIB
loading...
Bos SKK Migas Buka-bukaan...
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto. FOTO/dok.SKK Migas
A A A
JAKARTA - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto buka-bukaan terkait nasib industri hulu migas di tengah ancaman transisi energi .

Menurut dia kebutuhan minyak dan gas (migas) bumi masih akan tetap tinggi kendati porsi bauran energi dikurangi digantikan energi baru terbarukan (EBT). Adapun pemerintah menargetkan porsi EBT pada bauran energi sebesar 23% pada 2025 dan naik menjadi 31% pada 2050.

"Justru EBT ini menjadi mitra dalam mengisi kebutuhan energi dalam negeri. Meski kita akan mendorong EBT menjadi 31% pada 2050, kebutuhan minyak dan gas masih cukup tinggi," ujarnya dalam sebuah diskusi, Senin (1/11/2021).

Baca Juga: Sumbang Penerimaan Negara Rp122 Triliun, Industri Hulu Migas Dongkrak Pendapatan Daerah

Dia menuturkan, saat ini porsi minyak bumi sebesar 29% dengan kebutuhan sekitar 1,6 juta barel per hari (bph). Sementara produksi minyak mentah saat ini sekitar 700.000 bph. Pada tahun 2030, porsi minyak bumi akan turun menjadi 23% namun kebutuhan minyak meningkat sekitar 2-2,2 juta bph.

"Jadi masih meningkat dari volume. Persentase boleh turun, tapi ekonomi kita sedang tumbuh sehingga industri akan tumbuh dan jumlah kendaraan akan tumbuh," ungkapnya.

Menurut dia, target produksi minyak sebesar 1 juta bph pada 2030 juga dinilai masih kurang mengingat kebutuhannya akan naik sekitar 2 juta bph. "Katakan nanti ada revisi RUEN turun jadi 1,8 juta bph, itu masih akan kurang," tuturnya.

Baca Juga: Transisi Energi Tak Mengurangi Peran Penting Industri Hulu Migas

Di sisi lain, produksi gas relatif sedikit berlebih sehingga diharapkan ada peralihan dari penggunaan minyak ke gas bumi. "Sekarang kita fokus pada minyak tetapi kami harapkan ada transisi baik dari kendaraan, industri untuk bergeser dari sebelumnya menggunakan minyak menjadi gas. Dengan demikian kekurangan minyak bisa dikurangi," jelasnya
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Pertamina dan ERIA Perkuat...
Pertamina dan ERIA Perkuat Kemitraan Strategis di Bidang Transisi Energi
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Transisi Energi Sektor...
Transisi Energi Sektor Batu Bara Terkendala Biaya dan Regulasi
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
ANDALAS Forum VI Digelar...
ANDALAS Forum VI Digelar di Palembang, Sinergi Energi Jadi Sorotan
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
Rekomendasi
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved