Tren Kunjungan Wisman Masih Landai, Bali dan Kepri Jadi Tumpuan

Senin, 01 November 2021 - 21:01 WIB
loading...
Tren Kunjungan Wisman Masih Landai, Bali dan Kepri Jadi Tumpuan
Bali dan Kepri menjadi andalan untuk menaikkan jumlah kunjungan wisman. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Tren tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ( wisman ) masih landai pada bulan September 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisman pada bulan itu sebanyak 126,5 ribu kunjungan.

Bila dibandingkan dengan bulan Agustus 2021, jumlah ini sudah meningkat 1,41% (MoM). Namun, bila dihitung dari September 2020, jumlah kunjungan wisman masih turun 15,08% (YoY).

Baca juga: 126.500 Wisman Kunjungi RI pada September, Jalur Masuk Atambua Melonjak 508%

Masih landainya jumlah kunjungan wisman ke Indonesia tentu tak lepas dari kondisi akibat pandemi yang belum sepenuhnya pulih.

Wakil Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansyah menyatakan, kondisi itu dapat dimaklumi karena memang pemerintah belum membuka pembatasan bagi wisman. Angka BPS tadi kemungkinan dari pemegang visa bisnis atau ekspatriat dan diplomat yang menetap di Indonesia.



"Namun dengan adanya pembukaan border di Bali dan Kepri kita berharap ada peningkatan kunjungan wisman kedua daerah tersebut," ujar Budijanto saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta (1/11/2021).

Menurutnya, Asita saat ini terus mengimbau para pelaku yang terlibat di Bali dan Kepri untuk mempersiapkan paket dan fasilitas yang terbaik. Selain itu juga melaksanakan prokes yang tepat sehingga wisman akan merasa nyaman dan aman selama berkunjung.

Baca juga: Tottenham Hotspur Pecat Nuno Espirito Santo

"Harapan utamanya untuk menghindari peningkatan kasus Covid dari klaster pariwisata," katanya.

Pemerintah sudah menetapkan 19 negara yang diizinkan untuk masuk wilayah Bali dan Kepri. Negara-negara itu adalah Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.
(uka)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1455 seconds (11.210#12.26)