Ini Biang Keladi Naiknya Harga Pupuk di Indonesia

Selasa, 02 November 2021 - 10:55 WIB
loading...
Ini Biang Keladi Naiknya...
Harga pupuk internasional cenderung bergerak tergantung supply dan demand. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pandemi global dan melonjaknya harga komoditas di pasar internasional turut memengaruhi harga pokok produksi pupuk di Indonesia. Harga amoniak, phosphate rock, dan KCl (bahan baku NPK), gas hingga minyak bumi ikut melonjak.

Selain dipicu adanya konflik pasokan gas antara Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat, harga komoditas naik lantaran pandemi Covid-19 menyebabkan negara-negara eksportir pupuk seperti Rusia dan China mengambil kebijakan untuk menahan ekspornya demi mengutamakan kebutuhan dalam negeri.

“Harga pupuk internasional cenderung bergerak tergantung supply dan demand. Di tahun sebelumnya harga internasional relatif stabil, namun khusus 2021 tingginya permintaan untuk upaya perbaikan stabilitas pangan pascanegara-negara di dunia mengalami pandemi, serta adanya krisis energi di Eropa, berakibat melambungnya harga komoditi,” kata Achmad Tossin Sutawikara, Sekjen Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) kepada SINDOnews, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Harga Pupuk Non Subsidi Melonjak Tinggi, Petani Sawit Menjerit

Kendati demikian, sambung Tossin, produsen pupuk dalam negeri khususnya Pupuk Indonesia Grup masih menjual pupuk komersial atau non-subsidi di bawah harga pasar internasional. Saat ini harga urea internasional berkisar USD785 atau setara Rp12.320.000 per ton, termasuk PPN (asumsi kurs Rp14.200/USD).

Sementara harga jual Pupuk Indonesia Grup khusus untuk urea domestik berkisar di harga Rp9.605.000 atau Rp2.715.000 lebih murah. Begitu juga dengan pupuk NPK 15-15-15, misalnya. Harga internasionalnya saat ini USD530 atau Rp7.526.000 per ton. Sedangkan Pupuk Indonesia grup menjual di harga USD439 atau Rp6.233.800 per ton (belum PPN), lebih murah dari harga internasional.

“Harga ini ditetapkan dalam upaya membantu pertumbuhan ekonomi nasional serta petani di Indonesia. Sementara untuk NPK dikarenakan saat ini harga bahan baku Impor cukup tinggi, maka berpengaruh ke harga jual juga,” ungkap Tossin.

Baca juga: Program Makmur Berhasil Tingkatkan Produtivitas Petani hingga 44 Persen

Dia menambahkan, sebagai perbandingan, saat ini di negara tetangga seperti Malaysia menjual pupuk urea di harga internasional, yaitu kisaran USD785. Sementara negara seperti Filipina yang tidak memiliki pabrik pupuk urea, harus menerima harga setara dengan harga internasional ditambah biaya distribusi.

Di samping itu, faktor lain yang turut memengaruhi harga pokok produksi (HPP) pupuk yakni biaya freight atau angkutan kapal. Banyak perusahaan logistik yang operasionalnya terdampak pandemi Covid-19.

“Sementara saat pandemi mulai melandai, perdagangan mulai tinggi, justru terjadi shortage jumlah kapal. Jadi menyebabkan biaya logistik naik, di samping harga solar juga naik. Kenaikan itu menyebabkan HPP pupuk juga ikut naik,” tutupnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Rekomendasi
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
Berita Terkini
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved