Gandeng ExxonMobil, Pertamina Kembangkan Teknologi Rendah Karbon
Selasa, 02 November 2021 - 20:05 WIB
loading...
Pertamina dan ExxonMobil meneken kerja sama pengembangan teknologi carbon capture and utilization and storage (CCUS) di Glasgow, Skotlandia. FOTO/dok.Pertamina
A
A
A
JAKARTA - Pertamina dan ExxonMobil meneken kerja sama pengembangan teknologi carbon capture and utilization and storage (CCUS) di Glasgow, Skotlandia. Kedua perusahaan energi tersebut akan mengembangkan penerapan teknologi rendah karbon untuk mencapai emisi net-zero dalam mempromosikan global climate goals.
Pertamina dan ExxonMobil juga akan mengkaji terkait berbagi data technical subsurface yang diperlukan untuk penilaian subsurface formation sebagai tempat menyimpan CO2 dan karakteristik di lokasi tertentu di Indonesia. Kedua perusahaan juga akan mengkaji terkait berbagi data infrastruktur termasuk data pipa, fasilitas dan sumur untuk mengevaluasi penggunaan ulang infrastruktur yang ada untuk transportasi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Intip Daftar Harga BBM Pertamina vs Shell
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, di sektor hulu, Pertamina telah menginisiasi beberapa proyek CCUS pada lapangan migas dengan potensi pengurangan karbon dioksida hingga 18 juta ton. Salah satu pengembangan teknologi CCUS dilakukan di Lapangan Gundih, Cepu, Jawa Tengah yang terintegrasi dengan teknologi Enhanced Gas Recovery (EGR) dan berpotensi mengurangi sekitar 3 juta ton CO2 dalam 10 tahun dan meningkatkan produksi migas. Proyek direncanakan beroperasi pada tahun 2026.
"Penerapan teknologi CCUS merupakan bagian dari agenda transisi energi menuju energi bersih yang tengah dijalankan Pertamina. Teknologi rendah karbon ini akan mendukung keberlanjutan bisnis Pertamina di masa depan," ujar dia melalui keterangan resmi, Selasa (2/11/2021).
Pertamina dan ExxonMobil juga akan mengkaji terkait berbagi data technical subsurface yang diperlukan untuk penilaian subsurface formation sebagai tempat menyimpan CO2 dan karakteristik di lokasi tertentu di Indonesia. Kedua perusahaan juga akan mengkaji terkait berbagi data infrastruktur termasuk data pipa, fasilitas dan sumur untuk mengevaluasi penggunaan ulang infrastruktur yang ada untuk transportasi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Meroket, Intip Daftar Harga BBM Pertamina vs Shell
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, di sektor hulu, Pertamina telah menginisiasi beberapa proyek CCUS pada lapangan migas dengan potensi pengurangan karbon dioksida hingga 18 juta ton. Salah satu pengembangan teknologi CCUS dilakukan di Lapangan Gundih, Cepu, Jawa Tengah yang terintegrasi dengan teknologi Enhanced Gas Recovery (EGR) dan berpotensi mengurangi sekitar 3 juta ton CO2 dalam 10 tahun dan meningkatkan produksi migas. Proyek direncanakan beroperasi pada tahun 2026.
"Penerapan teknologi CCUS merupakan bagian dari agenda transisi energi menuju energi bersih yang tengah dijalankan Pertamina. Teknologi rendah karbon ini akan mendukung keberlanjutan bisnis Pertamina di masa depan," ujar dia melalui keterangan resmi, Selasa (2/11/2021).
Lihat Juga :