Menanti Langkah The Fed, Wall Street Terus Cetak Rekor

Rabu, 03 November 2021 - 07:29 WIB
loading...
A A A
Analis Bank of America mencatat bahwa November dan Desember diperkirakan menjadi dua bulan terkuat untuk S&P 500 sejak 1936. Pada bulan Desember akan sangat kokoh, naik hampir 80% sepanjang waktu. Namun, saham hari ini diuntungkan dari momen TINA (artinya tidak ada alternatif untuk saham) karena hasil tetap rendah.

Namun, para analis memperingatkan risiko di depan yang bisa berakhir dengan menghancurkan "Reli Santa." Meskipun pendapatan kuat baru-baru ini, perkiraan untuk tahun depan sebagian besar tetap tidak berubah, "menunjukkan siklus revisi ke atas kemungkinan telah mencapai puncaknya.”

“Likuiditas puncak dan puncak dovish oleh bank sentral juga menimbulkan risiko penurunan berlipat ganda,” imbuh analis itu.

Menurutnya investor akan mencari kejelasan lebih lanjut tentang pemikiran Federal Reserve setelah menyelesaikan pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu. Intinya adalah apakah periode kenaikan harga bisa bertahan lebih lama dan lebih membebani ekonomi daripada yang disarankan pejabat bank sentral.

Bank- bank sentral utama di tempat lain di dunia, yang prihatin dengan inflasi yang sangat tinggi, telah memajukan rencana untuk menaikkan suku bunga.

Sedangkan Kepala Investasi di Exencial Wealth Advisors Tim Courtney mengatakan, para ekonom memperkirakan The Fed pada hari Rabu akan mulai mengurangi program pembelian asetnya tetapi membiarkan suku bunga tidak berubah. Pejabat tidak mungkin menyarankan perubahan besar pada jalur mereka untuk kenaikan suku bunga.

Sementara kekhawatiran inflasi telah menyeret sentimen investor, pendapatan yang kuat untuk kuartal ketiga memiliki efek sebaliknya dan membantu mengangkat indeks ke level rekornya. Penghasilan yang kuat sangat penting untuk membenarkan lonjakan valuasi perusahaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
IHSG Lanjutkan Penguatan,...
IHSG Lanjutkan Penguatan, Sore Ini Ditutup Reli ke Level 6.231
IHSG Melompat di Sesi...
IHSG Melompat di Sesi Siang, Sentuh Level 6.228 dengan Transaksi Rp8,2 Triliun
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Uni Eropa Bekukan Aset...
Uni Eropa Bekukan Aset Bank Sentral Rusia Tanpa Batas Waktu
Rekomendasi
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved