Pandemi Dianggap Segera Berakhir, Wall Street Kompak Menguat

Jum'at, 05 November 2021 - 22:41 WIB
loading...
Pandemi Dianggap Segera...
Pemulihan ekonomi AS yang terjadi mendorong penguatan bursa saham Amerika. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Wall Street melalui tiga indeks acuannya mengalami penguatan saat pembukaan perdagangan bursa Amerika Serikat (AS) pada Jumat malam (5/11/2021). Sentimen utama yang menggerakkan pasar hari ini datang dari laporan data pekerjaan AS yang menunjukkan adanya pertumbuhan yang kuat pada Oktober 2021.

Baca juga: Defisit Perdagangan AS Jadi Pemicu Wall Street Tak Kompak Menguat

Musim pendapatan yang positif serta adanya perkembangan pil anti-virus Covid-19 dari perusahaan Pfizer mendorong optimisme atas pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam.

Hingga pukul 20:47 WIB, Dow Jones Industrial Average naik 0,77% di 36.403,01, S&P 500 melesat 0,72% di 4.713,95, dan Nasdaq menanjak 0,59% di 16.034,2.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS mencatat ada peningkatan pekerjaan yang cukup signifikan dibandingkan bulan September 2021.

Data non-farm payrolls AS meningkat 531.000 pada Oktober, naik dibandingkan bulan September sebesar 312.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,6%, sementara tingkat partisipasi angkatan kerja tidak berubah.

Kabar baik ini memberi sinyal aktivitas ekonomi kembali menemui momentum pemulihannya pada awal kuartal keempat tahun ini.

Selain data pekerjaan, pasar terdongkrak berkat kenaikan harga saham Pfizer Inc sebesar 10,8% selama perdagangan pre-market. Ini terjadi setelah perusahaan menyatakan pil antivirusnya bisa mengurangi angka rawat inap sebesar 89% bagi orang dewasa yang berisiko terkena penyakit parah.

"Pasar naik cukup signifikan karena ada berita dari Pfizer, tetapi sekarang ini benar-benar terasa seperti akhir dari pandemi," kata Analis Great Hill Capital LLC, Thomas Hayes, dilansir Reuters, Jumat (4/11/2021).

Pasar juga mendapat katalis positif dari musim laporan keuangan kuartal ketiga yang cukup baik ditambah langkah The Fed yang tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Faktor ini mendorong investor untuk tetap bertahan dalam pasar ekuitas.

Baca juga: 300 Laporan Pungli Oknum Polisi Masuk ke Polda Metro Jaya

Ke depan, investor Wall Street bakal menantikan putusan Dewan Perwakilan Rakyat AS yang bakal memberikan suaranya mengenai kebijakan sosial dan RUU perubahaan iklim.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Rekomendasi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved