PLTU Batu Bara Bakal Pensiun Dini, Transisi Energi Butuh Rancangan Serius
Minggu, 07 November 2021 - 20:38 WIB
loading...
Kajian mempensiunkan dini PLTU batu bara dengan kapasitas total 9,3 GW sebelum tahun 2030 mendapatkan apresiasi. Meski begitu pengamat mengingatkan, beberapa hal yang harus jadi perhatian pemerintah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, bahwa pemerintah mengkaji peluang mempensiunkan dini PLTU batu bara dengan kapasitas total 9,3 GW sebelum tahun 2030. Dimana hal ini bisa dilakukan dengan dukungan pendanaan mencapai USD48 miliar.
Baca Juga: Sri Mulyani Butuh Rp426 Triliun untuk Pensiun Dinikan PLTU
Indonesia sendiri juga telah menandatangani deklarasi Global Coal to Clean Power Transition (Transisi Batubara Global Menuju Energi Bersih) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim ke-26 atau COP-26.
Terkait hal tersebut, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia, khususnya kepemimpinan yang ditunjukan oleh Menteri ESDM di COP-26. Khususnya dalam mendorong transisi energi yang berkeadilan melalui pengembangan energi terbarukan seluasnya dan melakukan penghentian secara bertahap (phase out) PLTU batu bara sebagai bagian dari aksi Indonesia untuk mencegah krisis global.
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa mengatakan, keterbukaan pemerintah Indonesia untuk melakukan transisi energi , melalui salah satunya mengurangi PLTU secara bertahap patut diapresiasi.
Baca Juga: Sri Mulyani Butuh Rp426 Triliun untuk Pensiun Dinikan PLTU
Indonesia sendiri juga telah menandatangani deklarasi Global Coal to Clean Power Transition (Transisi Batubara Global Menuju Energi Bersih) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia tentang Perubahan Iklim ke-26 atau COP-26.
Terkait hal tersebut, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia, khususnya kepemimpinan yang ditunjukan oleh Menteri ESDM di COP-26. Khususnya dalam mendorong transisi energi yang berkeadilan melalui pengembangan energi terbarukan seluasnya dan melakukan penghentian secara bertahap (phase out) PLTU batu bara sebagai bagian dari aksi Indonesia untuk mencegah krisis global.
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa mengatakan, keterbukaan pemerintah Indonesia untuk melakukan transisi energi , melalui salah satunya mengurangi PLTU secara bertahap patut diapresiasi.
Lihat Juga :