Pandemi Mengubah Tren Wisata, Begini Polanya
Minggu, 07 November 2021 - 16:29 WIB
loading...
Komunitas Pegiat Mendaki Whatravel Trekking Community menggelar silaturahmi untuk mempopulerkan kegiatan trekking sebagai alternatif wisata di masa pandemi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Komunitas Pegiat Mendaki Whatravel Trekking Community menggelar silaturahmi untuk mempopulerkan kegiatan trekking sebagai alternatif wisata di masa pandemi .
Dalam acara yang diselenggarakan secara virtual ini founder Whatravel M. Arif Rahman mengatakan, terdapat perubahan tren wisata saat pandemi Covid-19. Dimana wisatawan mulai beralih dari mass tourism, menjadi special interest tourism seperti staycation, voluntourism, virtual tourism, road trip, dan wisata alam.
“Wisata alam menjadi tren populer yang digemari masyarakat dalam kondisi new normal. Khususnya wisata alam yang berbasis petualangan seperti trekking, snorkeling, diving, hiking, dan sebagainya, karena wisata alam yang bersifat outdoor memberikan wisatawan keleluasaan lebih untuk menerapkan physical distancing.” ujarnya lagi.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Konsep Wisata Wellness di Rumah Atsiri
Menurutnya saat ini wisata curug atau trekking menuju air terjun menjadi daya tarik tersendiri, selain lokasi yang tidak begitu jauh dari Jakarta. Masyarakat pun tidak perlu merogoh kocek yang dalam karena biayanya sangat terjangkau dan sudah banyak pilihan agen travel dengan pendampingan guide yang handal yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan para traveler.
Dalam acara ini turut hadir Ketua Umum Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo yang menyampaikan tentang konsep pengurangan bahaya (harm reduction) yang erat relevansinya dengan aktivitas jelajah alam bebas, maupun kegiatan sehari-hari.
Dalam acara yang diselenggarakan secara virtual ini founder Whatravel M. Arif Rahman mengatakan, terdapat perubahan tren wisata saat pandemi Covid-19. Dimana wisatawan mulai beralih dari mass tourism, menjadi special interest tourism seperti staycation, voluntourism, virtual tourism, road trip, dan wisata alam.
“Wisata alam menjadi tren populer yang digemari masyarakat dalam kondisi new normal. Khususnya wisata alam yang berbasis petualangan seperti trekking, snorkeling, diving, hiking, dan sebagainya, karena wisata alam yang bersifat outdoor memberikan wisatawan keleluasaan lebih untuk menerapkan physical distancing.” ujarnya lagi.
Baca Juga: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Konsep Wisata Wellness di Rumah Atsiri
Menurutnya saat ini wisata curug atau trekking menuju air terjun menjadi daya tarik tersendiri, selain lokasi yang tidak begitu jauh dari Jakarta. Masyarakat pun tidak perlu merogoh kocek yang dalam karena biayanya sangat terjangkau dan sudah banyak pilihan agen travel dengan pendampingan guide yang handal yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan para traveler.
Dalam acara ini turut hadir Ketua Umum Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Ariyo Bimmo yang menyampaikan tentang konsep pengurangan bahaya (harm reduction) yang erat relevansinya dengan aktivitas jelajah alam bebas, maupun kegiatan sehari-hari.
Lihat Juga :