Terlilit Utang Jumbo, Garuda Indonesia Kini Hanya Punya 125 Pesawat
Senin, 08 November 2021 - 10:58 WIB
loading...
Armada pesawat yang dioperasikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, terus mengalami penyusutan seiring utang yang terus menumpuk hingga Rp100 triliun dan struktur keuangan perusahaan yang terkontraksi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Armada pesawat yang dioperasikan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, terus mengalami penyusutan. Saat ini, jumlah pesawat yang digunakan emiten penerbangan pelat merah itu mencapai 125 pesawat.
Adapun rincian 125 armada tersebut terdiri dari 6 pesawat milik Garuda Indonesia dan 119 merupakan pesawat sewa. Jumlah itu berkurang dari total pesawat yang dioperasikan sebelumnya.
Baca Juga: Sandiaga: Bagaimanapun Garuda Indonesia Harus Diselamatkan!
Dimana, pada Juni 2021 total armada perusahaan tercatat sebanyak 142, terdiri atas 136 pesawat sewa dan 6 pesawat milik Garuda. Dengan begitu, jumlah pesawat sewa mengalami pengurangan hingga 11 armada.
VP Corporate Secretary & Investor Relations Garuda Indonesia, Mitra Piranti menyebut, pengembalian sejumlah pesawat kepada lessor menyebabkan terjadinya penyusutan jumlah pesawat.
"Penurunan jumlah pesawat sewa disebabkan oleh pengembalian beberapa pesawat kepada lessor atau early termination," ujar Mitra, dikutip Senin (8/11/2021).
Adapun jenis pesawat yang dioperasikan emiten dengan kode saham GIAA di antaranya: 6 pesawat jenis A330-300 milik perusahaan. Kemudian, 119 pesawat sewa terdiri atas 57 armada jenis B737-800, 18 pesawat jenis CRJ1000, jenis ATR72-600 13 pesawat, B777-300 10 pesawat, jenis A330-300 11 pesawat, A330-200 7 pesawat, dan A330-900 3 pesawat.
Adapun rincian 125 armada tersebut terdiri dari 6 pesawat milik Garuda Indonesia dan 119 merupakan pesawat sewa. Jumlah itu berkurang dari total pesawat yang dioperasikan sebelumnya.
Baca Juga: Sandiaga: Bagaimanapun Garuda Indonesia Harus Diselamatkan!
Dimana, pada Juni 2021 total armada perusahaan tercatat sebanyak 142, terdiri atas 136 pesawat sewa dan 6 pesawat milik Garuda. Dengan begitu, jumlah pesawat sewa mengalami pengurangan hingga 11 armada.
VP Corporate Secretary & Investor Relations Garuda Indonesia, Mitra Piranti menyebut, pengembalian sejumlah pesawat kepada lessor menyebabkan terjadinya penyusutan jumlah pesawat.
"Penurunan jumlah pesawat sewa disebabkan oleh pengembalian beberapa pesawat kepada lessor atau early termination," ujar Mitra, dikutip Senin (8/11/2021).
Adapun jenis pesawat yang dioperasikan emiten dengan kode saham GIAA di antaranya: 6 pesawat jenis A330-300 milik perusahaan. Kemudian, 119 pesawat sewa terdiri atas 57 armada jenis B737-800, 18 pesawat jenis CRJ1000, jenis ATR72-600 13 pesawat, B777-300 10 pesawat, jenis A330-300 11 pesawat, A330-200 7 pesawat, dan A330-900 3 pesawat.
Lihat Juga :