Suntik Rp4,3 Triliun buat Kereta Cepat, Pemerintah Disebut Masuk Jebakan Utang
Selasa, 09 November 2021 - 10:32 WIB
loading...
A
A
A
Awal masalah karena studi kelayakan proyeknya dianggap bermasalah, biaya proyek membengkak, kemudian ujungnya pemerintah harus turun tangan.
“Kalau awalnya BtoB ya harusnya hitungan bisnisnya masuk akal. Kenapa pinjaman dari China Development Bank disetujui, pasti ada pertimbangan return on investment (ROI) dari proyek kereta cepat bentuknya komersial,” urainya.
Secara hitungan proyek, sebenarnya proses pembangunan ini sifatnya komersial, sehingga pemerintah rugi dua kali. Kerugian pertama saat proyek di tahap konstruksi biaya sangat besar. Kedua, ketika proyek berjalan atau beroperasio masih mengandalkan subsidi pemerintah.
Baca juga: Paul Pogba Diragukan Bela Prancis Usai Alami Cedera Paha saat Latihan
“Sekarang perlu disesuaikan, pastinya lebih mahal. Sedari awal proyek komersial, alias tujuan cari untung. Tiba-tiba sekarang disuntik APBN, tentu jadi tanda tanya besar,” pungkasnya.
“Kalau awalnya BtoB ya harusnya hitungan bisnisnya masuk akal. Kenapa pinjaman dari China Development Bank disetujui, pasti ada pertimbangan return on investment (ROI) dari proyek kereta cepat bentuknya komersial,” urainya.
Secara hitungan proyek, sebenarnya proses pembangunan ini sifatnya komersial, sehingga pemerintah rugi dua kali. Kerugian pertama saat proyek di tahap konstruksi biaya sangat besar. Kedua, ketika proyek berjalan atau beroperasio masih mengandalkan subsidi pemerintah.
Baca juga: Paul Pogba Diragukan Bela Prancis Usai Alami Cedera Paha saat Latihan
“Sekarang perlu disesuaikan, pastinya lebih mahal. Sedari awal proyek komersial, alias tujuan cari untung. Tiba-tiba sekarang disuntik APBN, tentu jadi tanda tanya besar,” pungkasnya.
(uka)
Lihat Juga :