PGN Jajaki 7 Potensi Kolaborasi Pemanfaatan Gas Bumi di Expo Dubai 2020
Selasa, 09 November 2021 - 23:44 WIB
loading...
PGN menjajaki tujuh potensi kolaborasi pemanfaatan gas bumi di Expo Dubai 2020. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PGN menjajaki tujuh potensi kolaborasi pemanfaatan gas bumi untuk penyediaan energi bersih dan ramah lingkungan (green energy) di Expo Dubai 2020. Kolaborasi tersebut sejalan dengan visi Holding Migas Pertamina mendukung ekspansi bisnis go global.
"Semua inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen mendukung target mengurangi emisi karbon seperti yang tertera dalam Paris Agreement dan Konferensi COP26," ujar Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz seperti dikutip melalui pernyataan resmi, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga: Energi Bersih Jadi Pokok Bahasan di G20
Fariz menjelaskan kolaborasi pertama terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhoksheumawe, di mana PGN mendukung industri dan pengembangan KEK tersebut melalui LNG regasification, LNG/ LPG Hub, LNG trading, serta Mini LNG Plants. Pengembangan LNG tersebut untuk mewujudkan energi bersih dan ramah lingkungan.
Kolaborasi selanjutnya adalah LNG Bungkering sebagai inisiatif PGN untuk mendukung kapal-kapal Indonesia (shipping) melalui LNG dengan metode bunkering, mengingat perairan Indonesia yang strategis untuk rute pengiriman internasional.
Ketiga, gas untuk sektor laut. Dalam proyek ini, PGN menyusun roadmap pemanfaatan CNG dan LNG untuk sektor transportasi laut di Aceh, Banten, Jakarta, Bali, Surabaya, dan Balikpapan. Proyek ini juga sejalan dengan kondisi geografis Indonesia dan upaya mengurangi emisi.
Keempat yaitu gas untuk Pembangkit Listrik sesuai dengan Kepmen 13/ 2020. PGN mendukung investasi dan pengembangan infrastruktur untuk pasokan gas wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
"Semua inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen mendukung target mengurangi emisi karbon seperti yang tertera dalam Paris Agreement dan Konferensi COP26," ujar Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz seperti dikutip melalui pernyataan resmi, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga: Energi Bersih Jadi Pokok Bahasan di G20
Fariz menjelaskan kolaborasi pertama terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhoksheumawe, di mana PGN mendukung industri dan pengembangan KEK tersebut melalui LNG regasification, LNG/ LPG Hub, LNG trading, serta Mini LNG Plants. Pengembangan LNG tersebut untuk mewujudkan energi bersih dan ramah lingkungan.
Kolaborasi selanjutnya adalah LNG Bungkering sebagai inisiatif PGN untuk mendukung kapal-kapal Indonesia (shipping) melalui LNG dengan metode bunkering, mengingat perairan Indonesia yang strategis untuk rute pengiriman internasional.
Ketiga, gas untuk sektor laut. Dalam proyek ini, PGN menyusun roadmap pemanfaatan CNG dan LNG untuk sektor transportasi laut di Aceh, Banten, Jakarta, Bali, Surabaya, dan Balikpapan. Proyek ini juga sejalan dengan kondisi geografis Indonesia dan upaya mengurangi emisi.
Keempat yaitu gas untuk Pembangkit Listrik sesuai dengan Kepmen 13/ 2020. PGN mendukung investasi dan pengembangan infrastruktur untuk pasokan gas wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Lihat Juga :