Ekonom Sebut Prefunding Tepat Dilakukan Tahun Depan

Rabu, 10 November 2021 - 13:55 WIB
loading...
Ekonom Sebut Prefunding...
Prefunding yang dilakukan pemerintah tahun ini dinilai kontraproduktif. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi Sunarsip menilai rencana prefunding atau pembiayaan APBN 2022 kontra produktif bila dilakukan di tahun ini. Pasalnya, pemerintah memiliki efektivitas belanja rendah dan dana silpa Rp170 triliun yang sangat besar untuk digunakan hingga awal tahun depan.

Baca juga: Suntik Rp4,3 Triliun buat Kereta Cepat, Pemerintah Disebut Masuk Jebakan Utang

"Prefunding tidak urgent dilakukan sekarang, harusnya tahun depan market lebih bullish dan yield bisa lebih turun. Ini harusnya jadi pertimbangan. Tren sekarang positif dan harusnya hingga tahun depan lebih positif lagi, sehingga akan menguntungkan pemerintah. Jadi kontra produktif melakukan prefunding saat ini," ujar Sunarsip dalam live IDX Channel di Jakarta (10/11/2021).

Menurutnya, penggunaan efektivitas sumbangan belanja pemerintah sangat rendah terlebih di kuartal III. Lelang surat berharga pun dibatalkan karena kebutuhan belanja tidak terlalu besar.

"Gejala kontraksi cukup besar dalam belanja negara. Soal efektivitas utang itu masalah utamanya," kata Sunarsip.

Baca juga: Jelang Lawan Kazakhstan, Deschamps: Jangan Berpikir Sudah Lolos

Pemerintah sendiri membatalkan utang dari penerbitan tiga surat utang negara (SUN) dan tiga surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk pada tahun ini. Pembatalan dilakukan karena target pembiayaan APBN 2021 sudah terpenuhi.

Pemerintah dimungkinkan untuk melakukan penerbitan SBN pada kuartal IV 2021 dalam rangka memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2022 (prefunding).
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Rekomendasi
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved