Menko Airlangga: Ekonomi Digital RI Tembus Rp627 Triliun Terbesar di ASEAN
Rabu, 10 November 2021 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, peningkatan di sektor Edutech juga terlihat meningkat, mengingat pendidikan tatap muka masih terbatas. Pada 2020 terjadi pertumbuhan 200 persen untuk jumlah pengguna Edutech. Sedangkan Healthtech berkembang pesat karena kebutuhan akan layanan contactless. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya pengguna Halodoc, salah satu penyedia teknologi kesehatan terkemuka di Indonesia.
Dia mengatakan peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini didukung oleh fakta bahwa Indonesia menempati urutan ke-4 populasi terbesar di dunia. Usia produktif Indonesia berjumlah sekitar 191 juta penduduk atau 70,7 persen dari total penduduk. Dengan potensi tersebut, maka akan ada lebih banyak terobosan dan inovasi di masa depan.
Baca Juga: Airlangga: Semangat Kolaborasi Kunci Utama Kebangkitan Industri di Asia Pasifik
Pendirian Nongsa Digital Park di Batam telah menjadi jembatan digital bagi perusahaan teknologi di Singapura dan Indonesia. Ini menandai tonggak penting bagi perkembangan industri digital untuk meningkatkan kolaborasi di masa depan. "Digitalisasi merupakan sarana untuk mempercepat transformasi menuju ekonomi baru dengan nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi," pungkasnya.
Dia mengatakan peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini didukung oleh fakta bahwa Indonesia menempati urutan ke-4 populasi terbesar di dunia. Usia produktif Indonesia berjumlah sekitar 191 juta penduduk atau 70,7 persen dari total penduduk. Dengan potensi tersebut, maka akan ada lebih banyak terobosan dan inovasi di masa depan.
Baca Juga: Airlangga: Semangat Kolaborasi Kunci Utama Kebangkitan Industri di Asia Pasifik
Pendirian Nongsa Digital Park di Batam telah menjadi jembatan digital bagi perusahaan teknologi di Singapura dan Indonesia. Ini menandai tonggak penting bagi perkembangan industri digital untuk meningkatkan kolaborasi di masa depan. "Digitalisasi merupakan sarana untuk mempercepat transformasi menuju ekonomi baru dengan nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :