Surplus Telur 200 Ribu Ton, Indonesia Masih Impor Tepung Telur
Kamis, 11 November 2021 - 07:34 WIB
loading...
Indonesia belum memiliki pabrik tepung telur. Foto/BL.com
A
A
A
JAKARTA - Peluang industri tepung telur di dalam negeri masih cukup besar. Saat ini belum ada industri tepung telur lokal sehingga Indonesia bergantung pada produk impor.
Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Supriadi mengatakan, harga bahan baku telur di negara produsen tepung telur lebih murah sehingga industri lokal belum bisa bersaing untuk produksi tepung telur.
Baca juga: Produksi Melimpah, Telur Ayam Ras Diproyeksi Surplus 200.000 Ton di 2021
Contohnya di India sebagai negara asal impor tepung telur, harga telurnya berkisar antara Rp12.300-Rp12.400 per kilogram (kg). Sementara di Indonesia berdasarkan harga acuan telur ayam di tingkat peternak pada Permendag No. 7 Tahun 2020 sebesar Rp19.000-Rp21.000 per kg.
"Memang masalahnya di harga. Investor pasti mempertimbangkan suplai bahan baku, apalagi di Indonesia harga telur berfluktuatif. Biasanya mendekati hari raya Lebaran meningkat kemudian jatuh pada akhir tahun seperti ini," ujarnya dalam webinar Mengupas Peluang Industri Pengolahan Telur di Indonesia, Rabu (10/11/2021).
Supriadi melanjutkan, tepung telur impor pada tahun 2020 mencapai 2.148 ton. Apabila dikonversi ke telur utuh menjadi sekitar 10.000 ton. Sementara surplus telur pada tahun 2021 diperkirakan sekitar 200.000 ton.
Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Supriadi mengatakan, harga bahan baku telur di negara produsen tepung telur lebih murah sehingga industri lokal belum bisa bersaing untuk produksi tepung telur.
Baca juga: Produksi Melimpah, Telur Ayam Ras Diproyeksi Surplus 200.000 Ton di 2021
Contohnya di India sebagai negara asal impor tepung telur, harga telurnya berkisar antara Rp12.300-Rp12.400 per kilogram (kg). Sementara di Indonesia berdasarkan harga acuan telur ayam di tingkat peternak pada Permendag No. 7 Tahun 2020 sebesar Rp19.000-Rp21.000 per kg.
"Memang masalahnya di harga. Investor pasti mempertimbangkan suplai bahan baku, apalagi di Indonesia harga telur berfluktuatif. Biasanya mendekati hari raya Lebaran meningkat kemudian jatuh pada akhir tahun seperti ini," ujarnya dalam webinar Mengupas Peluang Industri Pengolahan Telur di Indonesia, Rabu (10/11/2021).
Supriadi melanjutkan, tepung telur impor pada tahun 2020 mencapai 2.148 ton. Apabila dikonversi ke telur utuh menjadi sekitar 10.000 ton. Sementara surplus telur pada tahun 2021 diperkirakan sekitar 200.000 ton.
Lihat Juga :