Karyawan Garuda Indonesia Bakal Kena PHK Demi Efisiensi
Kamis, 11 November 2021 - 12:57 WIB
loading...
Wamen BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan Garuda Indonesia bakal dilakukan sebagai upaya efisiensi keuangan. Foto/SINDO Photo
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri atau Wamen BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) bakal dilakukan sebagai upaya efisiensi keuangan. Langkah ini seiring dengan utang jumbo yang melilit maskapai pelat merah hingga USD 9,8 miliar atau setara Rp 139 triliun.
Lebih lanjut Kartika saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI menerangkan, PHK dilakukan melalui program pensiun dini hingga program lain yang nantinya ditawarkan manajemen. "Rencana Garuda melakukan pengurangan jumlah karyawan, baik melalui program pensiun dini maupun program-program lainnya," ujar Kartika, dikutip Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Utang Garuda Indonesia Pelik, Erick Thohir Berjibaku dengan Tuntutan di 3 Negara
Langkah pengurangan jumlah karyawan Garuda Indonesia sejalan dengan pemangkasan sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional emiten dengan kode saham GIAA tersebut. Untuk rute penerbangan domestik akan berkurang dari 237 rute menjadi 140 rute saja.
Artinya, ada 97 rute yang nantinya ditutup. Hal itu dibarengi dengan pengembalian sejumlah armada pesawat Garuda Indonesia kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat.
Lebih lanjut Kartika saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI menerangkan, PHK dilakukan melalui program pensiun dini hingga program lain yang nantinya ditawarkan manajemen. "Rencana Garuda melakukan pengurangan jumlah karyawan, baik melalui program pensiun dini maupun program-program lainnya," ujar Kartika, dikutip Kamis (11/11/2021).
Baca Juga: Utang Garuda Indonesia Pelik, Erick Thohir Berjibaku dengan Tuntutan di 3 Negara
Langkah pengurangan jumlah karyawan Garuda Indonesia sejalan dengan pemangkasan sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional emiten dengan kode saham GIAA tersebut. Untuk rute penerbangan domestik akan berkurang dari 237 rute menjadi 140 rute saja.
Artinya, ada 97 rute yang nantinya ditutup. Hal itu dibarengi dengan pengembalian sejumlah armada pesawat Garuda Indonesia kepada lessor atau perusahaan penyewa pesawat.
Lihat Juga :