Simpanan di Bank Tinggi, Potensial Buat Pasar Obligasi Nasional
Jum'at, 12 November 2021 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
"Sudah saatnya kita mengalihkan perhatian pada arah baru paska pandemi dan kebijakan The Fed tersebut. Kami masih optimistis, hingga akhir tahun kondisi perekonomian dan pasar obligasi akan tetap positif. Terkait opportunity lebih ada di domestik, karena Pemerintah telah menghentikan penerbitan SBN," ujarnya.
Sementara Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha menambahkan fokus pasar di November pada Fed tapering. Semua mengantisipasi peningkatan inflasi, sehingga pasar finansial mulai menyesuaikan ekspektasi peningkatan frekuensi kenaikan Fed Rate di 2022.
"Namun sejauh ini The Fed memandang kenaikan inflasi bersifat sementara dan belum melihat potensi kenaikan suku bunga secara agresif," ujar Dimas menambahkan.
Berbeda dari Amerika Serikat (AS), tekanan inflasi di Asia saat ini relatif lebih terjaga. Karena dipengaruhi oleh pembatasan aktivitas ekonomi, intervensi pemerintah atas harga energi, dan juga pangan yang berkontribusi besar dalam keranjang inflasi.
"Di tengah kebijakan fiskal yang lebih ketat, outlook kebijakan moneter Asia diperkirakan tetap akomodatif dan menjadi salah satu faktor pendorong utama pemulihan ekonomi," katanya.
Baca Juga: Penghimpunan Dana Pihak Ketiga di Kuartal III Diprediksi Lebih Tinggi
Sementara Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha menambahkan fokus pasar di November pada Fed tapering. Semua mengantisipasi peningkatan inflasi, sehingga pasar finansial mulai menyesuaikan ekspektasi peningkatan frekuensi kenaikan Fed Rate di 2022.
"Namun sejauh ini The Fed memandang kenaikan inflasi bersifat sementara dan belum melihat potensi kenaikan suku bunga secara agresif," ujar Dimas menambahkan.
Berbeda dari Amerika Serikat (AS), tekanan inflasi di Asia saat ini relatif lebih terjaga. Karena dipengaruhi oleh pembatasan aktivitas ekonomi, intervensi pemerintah atas harga energi, dan juga pangan yang berkontribusi besar dalam keranjang inflasi.
"Di tengah kebijakan fiskal yang lebih ketat, outlook kebijakan moneter Asia diperkirakan tetap akomodatif dan menjadi salah satu faktor pendorong utama pemulihan ekonomi," katanya.
Baca Juga: Penghimpunan Dana Pihak Ketiga di Kuartal III Diprediksi Lebih Tinggi
Lihat Juga :