Biaya Sewa Pesawat Termahal di Dunia, Bos Garuda Akui Ada Kekeliruan
Jum'at, 12 November 2021 - 19:28 WIB
loading...
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Manajemen maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mengakui sejak awal permasalahan bunga biaya sewa pesawat sudah diketahui. Perkara itu pun langsung didiskusikan antara manajemen dan lessor.
Meski begitu, lessor berhasil mematok bunga sewa pesawat Garuda Indonesia hingga mencapai 24,7 persen atau empat kali lipat, dan ini paling tinggi di dunia.
"Dari awal kami bergabung dan melihat, di hari pertama juga kami melihat ini ada problem (sewa pesawat) ini harus dibicarakan. Karena ini very serious karena kita nomor satu paling tinggi," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Jumat (12/11/2021).
Baca juga: Dapat Diskon Harga Sewa Pesawat Rp2,8 Triliun, Garuda Tetap Tak Mampu Bayar
Pada awal pembicaraan kedua pihak, perusahaan penyewa justru mempertegas patokan bunga sewa yang diberikan kepada maskapai penerbangan pelat merah itu. Di mana, bunga yang diberikan untuk memperoleh keuntungan bisnis.
"Memang pertanyaan atau diskusi atau tanya jawab yang kami lakukan, mereka (lessor) mengatakan kalau orang lain jual harvard Rp1 miliar dan Anda jual Rp2 miliar, ya pantas dong saya sewa ke Anda 2 kali lipat," kata Irfan menyontohkan.
Namun, sejak 2012-2014 masing-masing pesawat yang sudah disewakan lessor tidak dikenakan bunga. Emiten dengan kode saham GIAA justru membayar sewa bulanan dengan jangka waktu sewa selama 8-12 tahun lamanya.
Meski begitu, lessor berhasil mematok bunga sewa pesawat Garuda Indonesia hingga mencapai 24,7 persen atau empat kali lipat, dan ini paling tinggi di dunia.
"Dari awal kami bergabung dan melihat, di hari pertama juga kami melihat ini ada problem (sewa pesawat) ini harus dibicarakan. Karena ini very serious karena kita nomor satu paling tinggi," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Jumat (12/11/2021).
Baca juga: Dapat Diskon Harga Sewa Pesawat Rp2,8 Triliun, Garuda Tetap Tak Mampu Bayar
Pada awal pembicaraan kedua pihak, perusahaan penyewa justru mempertegas patokan bunga sewa yang diberikan kepada maskapai penerbangan pelat merah itu. Di mana, bunga yang diberikan untuk memperoleh keuntungan bisnis.
"Memang pertanyaan atau diskusi atau tanya jawab yang kami lakukan, mereka (lessor) mengatakan kalau orang lain jual harvard Rp1 miliar dan Anda jual Rp2 miliar, ya pantas dong saya sewa ke Anda 2 kali lipat," kata Irfan menyontohkan.
Namun, sejak 2012-2014 masing-masing pesawat yang sudah disewakan lessor tidak dikenakan bunga. Emiten dengan kode saham GIAA justru membayar sewa bulanan dengan jangka waktu sewa selama 8-12 tahun lamanya.
Lihat Juga :