Terlilit Utang Rp139 Triliun, Nasib Garuda di Tangan Asing
Kamis, 11 November 2021 - 15:02 WIB
loading...
Nasib maskapai Garuda Indonesia saat ini berada dalam genggaman kreditur hingga lessor asing. Foto/Ilustrasi/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nasib maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk saat ini berada dalam genggaman kreditur hingga lessor asing. Pengaruh kreditur global sangat dominan dan akan menentukan masa depan maskapai nasional ini.
Pengaruh itu khususnya berlaku saat proses restrukturisasi utang emiten berkode saham GIAA dilakukan. Sebagai catatan, total utang Garuda sudah mencapai Rp139 triliun.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pengaruh pemerintah atau pemegang saham dalam proses restrukturisasi hanya mencapai sepertiga saja. Dengan begitu, dominasi tetap berada di tangan kreditur.
Baca juga: Utang Garuda Indonesia Pelik, Erick Thohir Berjibaku dengan Tuntutan di 3 Negara
"Kita ini sekarang sepertiga pengaruhnya untuk proses ini (restrukturisasi), dua per tiganya ada di kreditur karena krediturlah yang lebih punya hak untuk sekarang menentukan kelangsungan Garuda Indonesia ke depannya," ujar Kartika, Kamis (11/11/2021).
Pengaruh itu khususnya berlaku saat proses restrukturisasi utang emiten berkode saham GIAA dilakukan. Sebagai catatan, total utang Garuda sudah mencapai Rp139 triliun.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pengaruh pemerintah atau pemegang saham dalam proses restrukturisasi hanya mencapai sepertiga saja. Dengan begitu, dominasi tetap berada di tangan kreditur.
Baca juga: Utang Garuda Indonesia Pelik, Erick Thohir Berjibaku dengan Tuntutan di 3 Negara
"Kita ini sekarang sepertiga pengaruhnya untuk proses ini (restrukturisasi), dua per tiganya ada di kreditur karena krediturlah yang lebih punya hak untuk sekarang menentukan kelangsungan Garuda Indonesia ke depannya," ujar Kartika, Kamis (11/11/2021).
Lihat Juga :