Dirgantara Indonesia Target Pesawat N219 Jenis Amphibi Beroperasi 2023

Sabtu, 13 November 2021 - 21:30 WIB
loading...
Dirgantara Indonesia...
Pesawat N219 yang dikembangkan menjadi N219A sehingga memiliki kemampuan mendarat di laut. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mengembangkan pesawat N219 jenis amphibi (N219A) untuk menunjang kebutuhan transportasi dalam negeri. Pesawat ini dapat melakukan lepas landas dan pendaratan di permukaan air.

Baca juga: Harga Pesawat N219 yang Diborong Kader NU Ternyata Capai Rp400 Miliar

Dari perkiraan PT Dirgantara Indonesia (Persero) bila sesuai dengan linimasa, pesawat N219 dapat melaksanakan penerbangan pertamanya di tahun 2023.

Pesawat memiliki kecepatan hingga 296 km per jam pada ketinggian maksimal 10.000 kaki. Dengan beban 1.560 kg, pesawat mampu menempuh jarak hingga 231 km.

Take-off untuk ketinggian 35 kaki dari darat membutuhkan jarak 500 meter, sedangkan dari air pesawat membutuhkan jarak hingga 1.400 meter. Kemudian untuk landing dari ketinggian 50 kaki membutuhkan jarak 590 meter untuk di darat, dan 760 meter untuk di laut.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia G L Kalake menyatakan, pesawat tersebut telah diproduksi dengan mengedepankan TKDN, sehingga hasil karya PT Dirgantara Indonesia (Persero) ini akan mendukung pengembangan konektivitas darat dan laut di Indonesia.

"Tentunya, pesawat ini begitu sesuai dengan karakteristik Nusantara sebagai negara kepulauan. Kemenko Marves sangat mendorong pengembangan pesawat N219 Amphibi ini karena kegunaaan sangat diperlukan bagi negara kepulauan seperti Indonesia," ujar Ayodhia, Sabtu (13/11/2021).



Fleksibilitas yang dimiliki pesawat N219 mampu mencakup darat, danau, sungai besar, hingga teluk dan laut. Selain itu, amphiport (airport untuk pesawat amphibi) dapat dibangun dengan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan airport pada umumnya.

Pesawat pun mampu dimanfaatkan untuk berbagai sektor, seperti layanan pariwisata, layanan perjalanan dinas pemerintahan, oil and gas company, layanan kesehatan masyarakat, SAR dan penanggulangan bencana, dan pengawasan wilayah Maritim.

Baca juga: 3 Penyanyi Jazz Indonesia Terkaya, Nomor 2 Honornya Capai Rp5,3 Miliar

Pemerintah menargetkan N219 jenis amphibi akan dioperasikan di sejumlah daerah di Indonesia. Seperti Danau Toba di Sumatera, Pulau Bawah Kepulauan Riau, Pulau Derawan Kalimantan Timur, Raja Ampat, Wakatobi, dan Pulau Moyo. Potensi pasar yang besar juga terlihat khususnya di Asia Pasifik.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Dena Hendriana Didapuk...
Dena Hendriana Didapuk Jadi Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia, Ini Profilnya
PTDI Kantongi Kontrak...
PTDI Kantongi Kontrak Proyek Rp22,7 Triliun dari Prabowo Subianto, Ini Rinciannya
Pesawat Lion Air Rute...
Pesawat Lion Air Rute Makassar-Surabaya Putar Balik Usai Mengudara 37 Menit, Ada Apa?
Mengejutkan, Airbus...
Mengejutkan, Airbus Uji Pesawat Terbang Tanpa Pilot
DPR Apresiasi Pemerintah...
DPR Apresiasi Pemerintah Sikapi Kenaikan Avtur, Harusnya Tiket Pesawat Tak Naik
Pesawat Raksasa yang...
Pesawat Raksasa yang Melayang di Kota San Francisco Picu Rasa Penasaran
Kendaraan Terbang China...
Kendaraan Terbang China Mendapatkan Izin Terbang di UEA
Rekomendasi
Hasil Australian Open...
Hasil Australian Open 2026: Bungkam Wakil Tuan Rumah, Leo/Daniel Lolos ke 16 Besar
Thariq Halilintar dan...
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Hanania Travel
Video Persalinan Amanda...
Video Persalinan Amanda Manopo dan Baby Zac Viral, Ucapan soal Anak Kedua Curi Perhatian
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved